KESATU.CO – BANDUNG, Agar segala bentuk aktivitas, termasuk sektor transportasi bergulir secara aman, lancar, nyaman, dan kondusif, pemerkuatan sistem keamanan serta penyempurnaan pelayanan, merupakan hal krusial.
Hal itu pun dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung.
Cara terbaru PT KAI (Persero) Daop 2 Bandung memperkuat dan menyempurnakan sistem keamanan serta optimalisasi pelayanan yakni mengaktifkan Face Recognition saat para penumpang boarding di Stasiun Kiaracondong.
“Penerapan Face Recognition merupakan inovasi yang kami lakukan agar pelayanan lebih optimal sekaligus pemerkuatan sistem keamanan,” kata Manager Hubungan Masyarakat (Humas) PT KAI (Persero) Daop 2 Bandung, Ayep Hanapi.
Dia menjelaskan, pengimplementasian Face Recognition tidak hanya mempermudah para penumpang kereta jarak jauh saat boarding. Akan tetapi, lanjutnya, juga mempermudah pihaknya mendeteksi para penumpang apabila terjadi berbagai hal yang tidak diinginkan dan berdampak negatif.
Sejatinya, beber Ayep Hanapi, penerapan Face Recognition pihaknya implementasikannya pada Oktober 2023. Saat itu, pihaknya menerapkannya di Stasiun Bandung.
Ayep Hanapi menuturkan, Face Recognition Boarding Gate merupakan fasilitas pelayanan boarding yang dilengkapi kamera untuk mengidentifikasi dan memvalidasi indentitas penumpang yang data pribadinya terintegrasikan dengan tiket kereta.
Masyarakat yang bisa menggunakan fasilitas itu cukup melakukan satu kali registrasi pada counter pendaftaran area Check in Counter (CIC).
“Caranya mudah. Tempelkan e-KTP (Electronic Kartu Tanda Penduduk) pada e-KTP reader. Kemudian, tempelkan telunjuk kanan atau kiri pada alat pemindai e-KTP reader,” papar Ayep Hanapi.
Masyarakat yang belum memiliki e-KTP, tambah Ayep Hanapi, tetap bisa boarding. Pasalnya, jelas Ayep Hanapi, pihaknya masih mengaktifkan sistem boarding secara manual. (*)
