KESATU.CO – Industri kue kering nasional kian kompetitif dalam beberapa tahun terakhir. Munculnya berbagai merek baru, termasuk produk impor dengan harga lebih murah, menjadi tantangan nyata bagi pelaku usaha lama.
Namun, J&C Cookies memilih merespons dinamika tersebut dengan memperkuat kualitas produk, pelayanan, serta jaringan distribusi yang terintegrasi.
Manager Sales J&C Cookies, Dadan, mengungkapkan bahwa persaingan tidak hanya datang dari pelaku usaha lokal, tetapi juga dari merek luar negeri yang mulai masuk ke pasar Indonesia. Meski demikian, ia menilai kunci utama untuk tetap bertahan adalah konsistensi memberikan produk dan layanan terbaik kepada konsumen.
“Tantangan dari segi produk memang cukup besar, karena banyak brand baru bermunculan dan beberapa produk luar negeri mencoba menembus pasar dengan harga lebih murah. Namun kami percaya, jika memberikan yang terbaik kepada pasar, maka pasar juga akan merespons dengan baik,” ujar Dadan dalam wawancara, Kamis (12/02/2026).
Menurutnya, J&C Cookies menjaga standar kualitas dengan menggunakan bahan baku terbaik serta mempertahankan rasa, aroma, dan tekstur yang telah dikenal pelanggan selama bertahun-tahun.
Konsistensi tersebut menjadi fondasi utama dalam mempertahankan loyalitas konsumen, terutama di tengah pilihan produk yang semakin beragam.
Selain kualitas produk, aspek pelayanan juga menjadi perhatian serius. Dadan menjelaskan bahwa pelayanan J&C Cookies dilakukan secara menyeluruh, mulai dari lini depan yang diwakili oleh tenaga penjual hingga dukungan tim internal seperti pemasaran, penjualan, dan teknologi informasi.
Pemanfaatan teknologi terkini, termasuk sistem pemantauan layanan secara daring dan real time, menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengalaman pelanggan.
Dalam hal distribusi, J&C Cookies mengandalkan jaringan yang luas dengan tujuh kanal utama, yaitu distributor, agen, konsinyasi, korporasi, outlet, marketplace, serta maklon.
Melalui berbagai jalur tersebut, produk J&C Cookies menjangkau pelanggan ritel sekaligus mitra bisnis di berbagai wilayah Indonesia.
Distribusi produk saat ini masih didominasi Pulau Jawa, namun permintaan dari luar Jawa terus meningkat dan memberikan kontribusi signifikan terhadap penyerapan pasar.
Bahkan, melalui kanal distributor dan maklon, produk J&C Cookies telah menembus pasar internasional, antara lain Singapura, Malaysia, Australia, serta beberapa negara lain seperti Inggris, Chili, dan Vietnam.
Baca Juga: Mesin Mini, Peluang Besar: Atera Sasar UMKM Lewat Teknologi Sealer Botol Praktis
Untuk menjaga hubungan dengan mitra bisnis dan pelanggan, J&C Cookies secara rutin membuka ruang komunikasi serta menerima masukan.
Setiap tahun, perusahaan juga menggelar pertemuan bersama mitra sebagai bentuk penguatan hubungan jangka panjang. Dadan menekankan bahwa kemitraan yang dibangun bukan sekadar hubungan bisnis, melainkan juga kekeluargaan.
“Komunikasi yang intens dan keterbukaan terhadap saran sangat penting bagi kami. Kami ingin terus memperbaiki produk dan layanan, sekaligus menjaga hubungan baik dengan mitra. Setiap tahun kami juga mengadakan pertemuan kebersamaan agar silaturahmi tetap terjaga,” kata dia.
Terkait kebijakan efisiensi yang dilakukan pemerintah, J&C Cookies melihat peluang dari sisi lain. Program-program yang mendorong penguatan ekonomi keluarga dinilai berpotensi meningkatkan daya beli masyarakat. Dengan kondisi tersebut, perusahaan optimistis akan terjadi peningkatan permintaan pada 2026.
Di sisi lain, untuk menyikapi segmen pasar yang melakukan penghematan, J&C Cookies memperluas penetrasi ke sektor korporasi, pemerintahan, dan yayasan.
Langkah ini membuka peluang baru, khususnya dalam penyediaan produk sebagai bentuk apresiasi bagi karyawan maupun relasi bisnis.
Dengan strategi menjaga kualitas, memperluas distribusi, serta memanfaatkan teknologi, J&C Cookies berupaya mempertahankan posisinya di tengah persaingan industri.
Perusahaan juga menargetkan pertumbuhan yang berkelanjutan dengan tetap berfokus pada kepuasan pelanggan dan kemitraan jangka panjang.
