KESATU.CO – BANDUNG, Sebagai korporasi berbendera Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor oangan, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) punya peran sangat krudial.
Yakni menciptakan ketahanan stabilitas pangan, baik stok maupun harga.
Berdasarkan prediksi Kementerian Pertanian, pada 2025, volume produksi beras berlimpah. Yakni sekitar 32,29 juta ton.
Karena itu, Perum Bulog sangat serius mengeksekusi berbagai penugasan pemerintah agar ketahanan dan stabilitas pangan tercipta.
Satu bentuk penugasan yang diemban Perum Bulog yakni menyerap beras petani sebanyak-banyaknya.
Lalu, berapa banyak Perum Bulog menyerap beras petani selama tahun ini?
Baca Juga: Bapanas Bicara Soal Program Makan Bergizi Gratis: Ada Lembaga Baru, Namanya BGN, Apa Itu?
Kepada media, pada rapar koordinasi dengan Kementerian Pertanian, Arief Prasetyo Adi, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), mengemukakan, pada periode Januari-pertengahan September 2024, volume penyerapan beras oleh Perum Bulog melebihi pencapaian periode sama 2023.
“Sejak Januari hingga pertengahan September 2024, Perum Bulog menyerap beras petani sebanyak 882 ribu ton. Sedangkan periode sama 2023, volume penyerapan beras petani yaitu 803 ribu ton,” tandas Arief Prasetyo Adi.
Dalam rapat itu, Arief Prasetyo Adi, menyatakan, bersama Kementan, ID Food, PT Pupuk Indonesia (Persero), dan Perum Bulog, pihaknya membahas berbagai upaya pengelolaan ekosistem pangan nasional pada sektor hulu hilir,
“Pada sektor hulu, materi pembahasannya end to end. Pembahasan sektor hilir berupa perencanaan dan berbagai upaya menambah produksi,” urainya.
Misalnya, sebut Arief Prasetyo Adi, mengacu pada perkiraan Kementan soal berlimpahnya volume produksi beras pada 2025, perlu adanya fasilitas pengering gabah atau dryer. (*)
