KESATU.CO – BANDUNG, Setiap daerah, tidak terkecuali Jabar, memiliki beragam potensi ekonomi yang luar biasa. Satu di antaranya, sektor peternakan.
Akan tetapi, sejumlah kendala masih dialami sektor tersebut. Karena itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki beragam rumus dan jurus agar sektor peternakan lebih bergeliat.
Seperti apa jurusnya?
Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 1 Kantor OJK Jabar, Misran Pasaribu, menyatakan, pihaknya berkomitmen untuk terus membuat berbagai sektor ekonomi Jabar, khususnya peternakan, senantiasa mengalami pergerakan positif.
“Agar sektor peternakan Jabar menggeliat, kami berupaya membuka dan memperluas akses pembiayaan kepada para peternak,” tandas Misran Pasaribu.
Baca Juga: Ini Bukti Kendaraan Elektrik Semakin Bergairah, PLN: Transaksi SPKLU Bernilai Miliaran Rupiah
Caranya, ungkap Misran Pasaribu, pihaknya berkolaborasi dengan beberapa pihak, termasuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Jabat, perbankan, dalam hal ini PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten Tbk (Perseroda) alias bank bjb, korporasI bidang agro, yaitu PT Agro Investama, Bank BJB, dan Himpunan Peternak Domba- Kambing Indonesia.
Misran Pasaribu menjelaskan, bagi Jabar, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), selama periode 2019-2023, pertanian termasuk sektor ekonomi unggulan tatar Parahyangan.
“Di antaranya yakni peternakan domba,” sahut Misran Pasaribu.
Ada hal yang menjadi dasar bahwa peternakan domba punya potensi ekonomi luar biasa. Antara lain, besarnya permintaan daging domba, baik pasar domestik maupun dan mancanegara.
Di Jabar, ujarnya, permintaan dan kebutuhan daging domba cukup masif. Sebagai contoh,tuturnya, permintaan apra pedagang sate kiloan, volumenya, sekitar 1.000 ekor per bulan.
Terlebih, lanjut dia, berkenaan dengan perayaan keagamaan. Misalnya aqiqah dan Idul Adha.
Misran Pasaribu pun mengapresiasi dan memuji bahwa risiko pembiayaan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) relatif positif.
Terbukti, ungkap dia, posisi rasio Non-Performing Loan (NPL) peternakan domba atas pembiayaan yang disalurkan bank bjb pada semester perdana tahun ini sangatlah mengagumkan, yakni 0 persen kenaikan harga domba terhadap inflasi pun relatif rendah, yakni 0,026 persen.
Bukti berikutnya, tukasnya, Jabar tampil sebagai produsen domba utama di Indonesia. Itu karena, jelasnya, sebesar 63,20 persen daging domba di Indonesia adalah asal Bumi Pasundan. (*)
