KESATU.CO – BANDUNG, Aksi tipu-tipu menggunakan berbagai modus masih marak terjadi. Bahkan, tidak sedikit terduga pelaku penipuan mencatut nama lembaga. Satu di antaranya adalah Bursa Efek Indonesia (BEI).
Adrian, warga kawasan Antapani, Bandung mengaku menerima panggilan telepon seorang perempuan yang mengaku BEI.
“Perempuan penelepon itu mengaku dari BEI. Dia mengatakan, BEI membentuk grup untuk memperkenalkan dan menganalisis perkembangan saham,” kata pria yang gemar berolahraga ini.
Namun, Adrian curiga karena nomor penelepon yang menghubungi adalah nomor telepon seluler (ponsel).
Sontak, Adrian bertanya tentang nomor ponsel yang digunakan penelepon untuk menghubunginya. Sejurus kemudian, penelepon memutus sambungan teleponnya.
Menanggapi hal itu, Firman Hananto, Manager BEI Jabar, menegaskan, pihaknya tidak pernah membentuk grup apa pun, semisal WhatsApp untuk memperkenalkan atau menganalisis perkembangan saham kepada para investor..
“Kami bisa memastikan, kuat dugaan, itu adalah penipuan. Kami tidak pernah membentuk grup untuk memperkenalkan atau menganalisis perkembangan saham kepada investor,” tegasnya.
Baca Juga: Bupati Sukabumi Banggakan Hasil Padinya
Bahkan, setiap kru BEI tidak berhak untuk menganalisis perkembangan saham dan menginformasikannya kepada investor. Pihak yang boleh menganalisis perkembangan saham dan menginformasikannya kepada investor, tuturnya, adalah perusahaan sekuritas.
Firman Hananto menyampaikan, pihaknya memang kerap menginformasikan perihal perkembangan bursa dan sejumlah program.
Akan tetapi, sahutnya, hal itu pihaknya lakukan melalui media sosial resmi, seperti Instagram.
Karena itu, Firman Hananto meminta seluruh masyarakat agar berhati-hati dan mewaspadai berbagai modus penipuan.
Selain itu, tambahnya, pihaknya pun mewanti-wanti masyarakat supaya tidak terbujuk oleh berbagai iming-iming yang menggiurkan. (*)
