KESATU.CO – BANDUNG, Selama beberapa dekade, kehadiran sejumlah Agen Pemegang Merek (APM) industri otomotif turut menggeliatkan ekonomi nasional.
Satu di antaranya yaitu industri otomotif tersukses bahkan merajai pasar otomotif nasional yakni PT Toyota Astra Motor (TAM), selaku APM Toyota Motor Corporation.
Luar biasanya, superioritas PT TAM tidak hanya pada pasar domestik. Buktinya, PT TAM, melalui PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menempatkan produk otomotif asal Jepang itu sebagai kontributor ekspor terbanyak.
Kepada media, Bob Azam, Wakil Presiden Direktur PT TMMIN, mengungkapkan, pada periode Januari-Agustus 2024, pihaknya mengekspor sebanyak 177.690 unit kendaraan yang proses produksinya di tanah air ke berbagai negara di sejumlah kawasan.
“Beberapa kawasan merupakan pasar ekspor utama kami. Yakni negara-negara kawasan Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Amerika Selatan,” tandas Bob Azam.
Dia meneruskan, ada beberapa varian yang diandalkan jajarannya sebagai komoditas ekspor. Yakni, sebut dia, The All New Toyota Avanza dan The All New Toyota Veloz.
Lalu sambung dia kembarannya Daihatsu Rocky, yaitu Toyota Raize. “Termasuk The All New Toyota Kijang Innova Zenix dan Toyota Fortuner,” sebut Bob Azam.
Melihat pasar ekspor yang tetap prospektif, Bob Azam menyatakan, pihaknya tidak mengubah proyeksi ekspor selama 2024, yakni tetap pada level 300 unit, sedikit lebih banyak daripada realisasi 2023, yaitu 290.772 unit.
Baca Juga: Keunggulan Coocaa Google TV untuk Hiburan Terbaik di Rumah
Bob Azam menambahkan, selain model bersistem Internal Combustion Engine (ICE) atau pembakaran internal yang mengandalkan Bahan Bakar Minyak (BBM), pihaknya pun mengekspor 10.988 unit model berbasis elektrifikasi yang berskema Hybrid Electric Vehicle (HEV).
“Terdiri atas The All New Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid dan The All New Toyota Yaris Cross Hybrid. Volume ekspornya masing-masing sebanyak 6.978 unit dan 4.010 unit,” papar dia.
Negara tujuan ekspor model elektrifikasi, sebut dia yakni negara-negara kawasan Asia, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Selatan.
Dia meneruskan,apabila mengacu pada data yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pihaknya berkontribusi 59 persen ekspor otomotif nasional, yang volumenya 298.691 unit. (*)
