KESATU.CO – Suasana kawasan Alun-alun di Masjid Agung Bandung mendadak menyita perhatian ratusan warga pada Selasa (10/3/2026). Mata pengunjung tertuju ke langit ketika sejumlah relawan tampak bergelantungan di ketinggian puluhan meter di menara kembar masjid tersebut.
Aksi itu bukan sekadar pertunjukan keberanian. Para relawan dari Vertical Rescue Indonesia (VRI) sedang melakukan simulasi pembersihan menara menggunakan teknik rope access atau akses tali, metode yang biasa digunakan dalam operasi penyelamatan di medan vertikal seperti tebing, gedung tinggi, hingga menara.
Dengan perlengkapan keselamatan lengkap, satu per satu personel VRI turun dari puncak menara setinggi sekitar 81 meter. Mereka bergerak perlahan menyusuri dinding menara sambil mensimulasikan proses pembersihan dan pengecekan struktur bangunan.
Dari bawah, warga yang memadati kawasan alun-alun tampak berhenti sejenak dari aktivitasnya. Sebagian mengangkat ponsel untuk merekam momen langka tersebut, sementara lainnya hanya terpaku menyaksikan aksi para relawan yang bekerja di ketinggian.
Ketua Nazhir Masjid Agung Bandung, Roedy Wiranatakusumah, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keindahan dan kebersihan salah satu ikon religi sekaligus destinasi wisata Kota Bandung.
“Hari ini istimewa karena Vertical Rescue Indonesia memberikan dukungan profesional untuk membersihkan ikon Kota Bandung ini. Kami sengaja memperlihatkan proses ini kepada masyarakat sebagai simbol komitmen menjaga marwah dan kelestarian Masjid Agung Bandung,” ujar Roedy kepada awak media.
Menurut Roedy, perawatan menara kembar masjid bukan pekerjaan sederhana. Selain membutuhkan tenaga profesional, prosesnya juga memerlukan biaya yang tidak sedikit mengingat ketinggian bangunan serta kompleksitas teknis perawatannya.
Karena itu, pengelola masjid membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, baik melalui sponsorship maupun program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), agar perawatan bangunan bersejarah tersebut dapat berlangsung berkelanjutan.
Di sisi lain, Asisten Operasi Vertical Rescue Indonesia, Rachman Hidayat, menegaskan bahwa teknik rope access yang digunakan telah memenuhi standar keselamatan yang ketat.
“Ini bukan sekadar soal keberanian. Semua personel telah melalui pelatihan khusus dengan standar safety tinggi,” kata dia.
Baca Juga: Rumah Ditinggal Mudik? Ini Sejumlah Hal yang Wajib Dilakukan agar Tenang
Simulasi tersebut juga memiliki sejumlah tujuan strategis. Selain menjaga kebersihan menara sebagai ikon wisata Kota Bandung, kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan menyambut lonjakan jamaah saat Idul Fitri. Setiap tahun, ribuan orang memadati kawasan Masjid Agung Bandung untuk melaksanakan salat Id.
Di balik aksi ekstrem para relawan, organisasi ini juga memiliki rekam jejak panjang dalam kegiatan sosial. VRI didirikan oleh Tedi Ixdiana, seorang petualang dan pegiat penyelamatan vertikal yang dikenal luas di Indonesia.
Melalui berbagai program ekspedisi dan kemanusiaan, Tedi dan timnya pernah menggagas pembangunan ratusan jembatan gantung di daerah terpencil serta pengembangan jalur panjat tebing di berbagai wilayah Indonesia.
Bagi warga Bandung, pemandangan relawan yang bergelantungan di langit Alun-alun bukan sekadar aksi menegangkan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi simbol kerja keras untuk menjaga salah satu kebanggaan kota agar tetap megah, bersih, dan siap menyambut jamaah pada Hari Raya Idul Fitri.
