KESATU.CO – Setelah beragam kegiatan, program dan kebersamaan yang dilakukan oleh keluarga Bandung Selatan (Bansel) untuk salah satu paslon pilkada kemarin. Akhirnya, apa yang telah dijalankan membuah hasil.
Keputusan KPU memenangkan paslon pilkada walikota Bandung no 3 yakni Muhammad Farhan dan Erwin Setiawan disambut gembira dan syukur.
Tentu saja, ada paslon yang masih belum terima akan putusan KPU untuk kemenangan Farhan-Erwin, tetapi mekanisme “penolakan” hasil Keputusan KPU diberikan tenggat waktu yang harus bisa dioptimalkan untuk “protes” dan bila setelah waktu yang diberikan usai, maka penetapan harus segera dipublikasikan.
“Pasangan yang tidak puas dengan Keputusan KPU diberikan waktu 3×24 jam untuk mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Walaupun, Bawaslu sudah menyatakan laporan dan pengaduan yang masuk tidak layak lanjut ke MK,”ujar Muhammad Farhan yang akrab dipanggil Kang Farhan, Jumat (06/12/2024), jalan Gatsu Bandung.
“Jadi selama waktu tiga hari ini, saya akan menunggu keputusan dari hasil pengaduan,” tukas Farhan.
Farhan mengatakan bahwa kemenangan yang ada patut disyukuri tetapi jangan euphoria. Acara kumpul seperti yang Bansel adakan ini sangat disyukurinya karena kemenangan ini tidak dirayakan dengan pawai. Dan juga kemenangan yang sekarang ini bukanlah kemenangan Farhan dan Erwin semata tetapi merupakan kemenangan bersama.
Ia juga mengungkapkan bahwa ada tiga hal yang akan dilakukan dalam menyusun program begitu dirinya menjadi walikota Bandung. Adapun program di kampanye sudah disosialisasikan, yang menjadi pertanyaannya adalah bagaimana program tersebut bisa terealisasi.
Dalam sebulan ini, kegiatan Farhan bertemu orang-orang. Banyak hal yang harus dikelola ulang karena selama dua tahun ke belakang, penempatan walikota dan pimpinan lain bersifat penjabat pimpinan sementara.
Sang walikota Bandung terpilih ini pun menceritakan bahwa agenda untuk 100 hari ke depan sudah terpetakan. Begitu dilantik tanggal 10 Februari, dirinya akan langsung “bertemu” dengan Imlek, bulan Ramadhan lalu Iedul Fitri atau Lebaran. Hal-hal tersebut akan langsung jadi kegiatan awalnya.
“Setelah acara-acara tersebut, di bulan setelah Lebaran, kegiatan berikutnya adalah perayaan Asia Afrika. Saya telah bertemu dengan ketua panitia Asia Afrika dan sudah dibentuk oleh Pj. Walikota berdasarkan SK dari Kementrian Luar Negeri. Kepanitiannya sudah dibentuk sejak tahun yang lalu,” imbuh Farhan.
“Anggaran perayaan tersebut dari Kota Bandung ada tetapi dengan angka nominal yang sangat terbatas. Adapun, dukungan dari anggaran Kemlu tahun 2025 untuk Konferensi Asia-Afrika itu sebesar sekian puluh milyar. Dana tersebut pun statusnya merupakan dana tambahan jika disetujui oleh Bapak Presiden Prabowo. Sebagai informasi, sampai hari ini kita bertemu, anggaran untuk perayaan Asia-Afrika ke-70 tersebut belum disetujui pimpinan negara,” kata Farhan.
Menurut Farhan, walau dengan dana tambahan yang belum turun, dengan dana yang ada, persiapan terus dijalankan. Ini memang realitas yang harus dihadapi walaupun bisa jadi perayaan tersebut bukan termasuk kategori yang harus benar-benar terselenggara dengan wah apabila ada keterbatasan di pendanaannya. Jadi, jika harus terselenggara dengan budget yang ada, sudah cukup bagus.
Mantan Direktur Pemasaran Persib ini menerangkan bahwa program yang telah ditetapkan akan direalisasikan. Berkaitan dengan sampah yang jadi persoalan, di pusat, yakni Kementrian LIngkungan Hidup akan bekerja sama dengan Gubernur Jawa Barat untuk program penyediaan alat solusi sampah dan lainnya. Adapun, pemkot Bandung akan membantu dengan mengedukasi masyarakat Bandung agar program pilah sampah berjalan maksimal dan berdampak.
“Bagi saya, program perealisasian di bulan Feb.2025 hingga April, untuk program di Bandung itu terbagi dua. Must have dan Nice to have. Yang menjadi prioritas di tahun 2025 Feb -April 25 awal adalah bagaimana mengendalikan inflasi dan suplai barang selama puasa sampai lebaran. Memastikan juga, semua orang mendapatkan THR, dan program itu masuk pada Must Have. Sementara yang masuk pada Nice to Have, salah satunya adalah perayaan KAA,” pungkas Farhan mengakhiri pembicaraan.
