KESATUCO – Momen Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dimanfaatkan Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Paoji Nurjaman, untuk mengkritisi kondisi dunia pendidikan yang dinilai masih memiliki banyak kelemahan.
Usai menghadiri upacara Hardiknas tingkat kabupaten di Lapang Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Sabtu (2/5/2026), Paoji menyoroti masih minimnya infrastruktur pendidikan serta berbagai kekurangan lain yang belum tertangani secara optimal.
“Kelemahan hari ini, infrastruktur dan lainnya masih banyak kekurangan,” ujarnya.
Baca Juga: Berikan Beasiswa di Momen Hardiknas, Bupati Apresiasi Siswa Hafiz Alquran
Ia juga menyinggung persoalan anggaran pendidikan yang menurutnya belum sepenuhnya berpihak pada kebutuhan dasar sektor tersebut. Paoji menilai ada kekeliruan dalam pengalokasian anggaran, terutama jika dialihkan ke program di luar prioritas utama pendidikan.
“Pendidikan harus disupport anggaran. Anggaran pendidikan jangan disedot untuk MBG, ini salah konsep,” tegasnya.
Selain itu, ia turut menyoroti masih adanya tenaga pengajar berstatus honorer, sementara muncul wacana pengangkatan pegawai program MBG menjadi PPPK.
Baca Juga: Lailatul Ijtima Perkuat Sinergi Ulama dan Pemkab Sukabumi
“Guru masih ada yang honorer, sementara pegawai MBG ada wacana mau di-PPPK-kan,” tambahnya.
Sebagai langkah ke depan, Paoji menyatakan Fraksi PDI Perjuangan akan mendorong peningkatan alokasi anggaran pendidikan dalam APBD Kabupaten Sukabumi, khususnya pada 2027 mendatang.
“Fraksi PDI Perjuangan akan mendorong peningkatan APBD untuk pendidikan. Pendidikan harus disupport anggaran. Pendidikan harus gratis, jangan hanya MBG gratis,” pungkasnya.
