KESATUCO – Wakil Bupati Sukabumi Andreas mendorong para lulusan Pondok Modern Assalam Putra untuk menjadi pelopor perubahan yang mampu memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Wisuda Santri Kelas Akhir Tarbiyatul Muallimin Al-Islamiyyah (TMI) di Bojonggenteng, Sabtu (6/6/2026).
Menurut Andreas, para santri yang telah menyelesaikan pendidikan tidak hanya dituntut memiliki pemahaman agama yang baik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial yang berkembang di masyarakat.
Baca Juga: Pemerintah Dorong Perubahan Paradigma Pengelolaan Sampah dari Hulu ke Hilir
“Ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di pesantren harus menjadi bekal untuk mengabdi dan memberikan manfaat yang luas bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.
Ia menilai lulusan pesantren memiliki modal kuat berupa akhlak, kedisiplinan, dan nilai-nilai keagamaan yang dapat menjadi fondasi dalam membangun masyarakat yang lebih baik.
Karena itu, para santri diharapkan mampu menjadi teladan, penggerak, sekaligus agen perubahan yang membawa kemajuan bagi daerah dan bangsa.
Baca Juga: Air Bersih dan Layanan Kesehatan Jadi Keluhan Utama Warga Warungkiara Saat Reses DPRD
Kegiatan wisuda yang diikuti 36 santri tersebut berlangsung khidmat dengan mengusung tema “Averouz Generation, Right Ready Resilient”, yang menekankan pentingnya karakter adaptif, visioner, tangguh, dan berintegritas dalam menghadapi tantangan masa depan.
