PurwakartaUpdate.com — Gubernur Provinsi Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh masyarakat Jawa Barat yang tetap menunjukkan kesadaran tinggi dalam berpartisipasi membangun daerah.
Di tengah tantangan dan tekanan fiskal yang sedang dihadapi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar, partisipasi warga melalui pembayaran pajak, khususnya Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), dinilai menjadi pilar utama kelangsungan roda pemerintahan.
Apresiasi tersebut disampaikan secara terbuka oleh KDM melalui pesan khusus yang diunggah di kanal media sosial resminya, @dedimulyadiofficial.
Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa ketaatan warga dalam menunaikan kewajiban perpajakan merupakan wujud nyata semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat Sunda dalam mendukung berbagai program pembangunan di tanah pasundan.
“Di tengah tekanan fiskal pemda yang dialami, masyarakat masih bahu-membahu, bergotong royong bersama-sama memberikan bantuan terhadap provinsi dalam bentuk pembayaran pajak, terutama pajak kendaraan bermotor,” ungkap Dedi, dikutip pada Sabtu (31/10/2026).
Kontribusi Nyata Warga untuk Pembangunan Jabar
KDM menegaskan bahwa kontribusi sekecil apapun dari masyarakat melalui pembayaran pajak sangat berarti bagi kelangsungan fiskal daerah.
Menurutnya, pemerintah provinsi tidak akan mampu menjalankan fungsi pelayanan dan pembangunan infrastruktur secara optimal tanpa adanya dukungan finansial dari warga.
Lebih lanjut, ia menyampaikan kerendahan hatinya di hadapan masyarakat Jawa Barat. Baginya, mandat kepemimpinan yang diemban saat ini tidak ada artinya tanpa dukungan langsung dari rakyat.
“Tanpa partisipasi Bapak dan Ibu semua, kami bukan apa-apa dan kami bukan siapa-siapa,” tutur Dedi dengan penuh penekanan.
Pernyataan ini mencerminkan hubungan yang erat antara pemerintah dan masyarakat, di mana kemajuan sebuah daerah sangat bergantung pada sinergi yang harmonis antara kedua belah pihak.
Komitmen Pemprov Jabar Tingkatkan Pelayanan Publik
Selain menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi, KDM juga secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat luas.
Ia menyadari bahwa selama ini pelayanan yang diberikan oleh jajaran Pemprov Jabar mungkin belum sepenuhnya berjalan secara optimal atau memuaskan seluruh pihak.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada publik, Kang Dedi menyatakan komitmennya untuk terus melakukan koreksi dan introspeksi diri secara berkala.
Langkah ini diambil demi memastikan kualitas birokrasi dan pelayanan publik di Jawa Barat semakin profesional, transparan, dan memuaskan seluruh warga.
“Kami akan terus mengoreksi diri, introspeksi agar layanan kami bisa memuaskan seluruh warga di Jawa Barat. Tugas kami melayani, tugas bapak dan ibu berpartisipasi dan mengoreksi,” tegasnya.
Membangun Sinergi Lewat Prinsip Saling Mengingatkan
Dalam pesannya, KDM kembali menegaskan batasan peran yang ideal antara pemerintah dan masyarakat dalam kerangka demokrasi lokal.
Ia mengingatkan bahwa tugas utama pemerintah adalah hadir sebagai pelayan masyarakat (public servant).
Di sisi lain, masyarakat memiliki hak dan peran krusial tidak hanya untuk berpartisipasi, tetapi juga aktif memberikan koreksi dan pengawasan terhadap kinerja pemerintah.
Pendekatan partisipatif ini diharapkan mampu menciptakan pemerintahan yang bersih dan akuntabel di Jawa Barat.
Menutup pesannya, Gubernur Jabar berharap agar semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan partisipasi aktif masyarakat ini dapat terus terjaga dan dirawat demi mewujudkan kemajuan pembangunan daerah yang berkelanjutan di masa mendatang.***
