KESATU.CO, PURWAKARTA – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Mulyamekar, Kecamatan Babakancikao, berlangsung meriah dan penuh kehangatan.
Kehadiran Bupati Purwakarta, Om Zein, menjadi sorotan utama saat ia menyapa langsung warga yang antusias mengikuti pawai unik dengan balutan kostum seram nan jenaka.
Di hadapan ratusan emak-emak dan masyarakat setempat, Om Zein menyampaikan komitmen pemerintah daerah terkait pemerataan infrastruktur.
Ia menegaskan bahwa program akselerasi perbaikan jalan rusak tidak hanya berfokus di pusat kota, melainkan akan menjangkau seluruh pelosok wilayah Kabupaten Purwakarta secara bertahap.
Komitmen Pemerataan Infrastruktur Jalan
Dalam sambutannya, Om Zein memuji kondisi jalan di Desa Mulyamekar yang saat ini sudah mulus dan nyaman dilalui oleh kendaraan masyarakat. Kendati demikian, ia meminta masyarakat di wilayah lain yang jalannya belum tersentuh perbaikan untuk tetap tenang dan bersabar.
“Jalan di sini sudah bagus diperbaiki, tinggal sisanya di daerah lain sabar tunggu giliran,” ujar Om Zein di tengah sorak-sorai warga Mulyamekar.
Pemerintah Kabupaten Purwakarta terus memetakan titik-titik jalan kritis yang membutuhkan penanganan prioritas. Langkah ini diambil guna memastikan akses mobilitas warga, distribusi logistik, hingga aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat desa dapat berjalan tanpa hambatan.
Gerakan “Ngosrek” untuk Kebersihan Bahu Jalan
Tak hanya berfokus pada pembangunan fisik jalan, Om Zein juga menyoroti pentingnya perawatan lingkungan di sekitar akses transportasi tersebut.
Ia menekankan pesan khusus mengenai budaya *Ngosrek* (ngored, bebersih, dan berseka) kepada seluruh warga yang hadir.
Menurutnya, percepatan pembangunan jalan harus berjalan selaras dengan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Bahu jalan yang bebas dari rumput liar dan semak belakangan tidak hanya mempercantik estetika desa, tetapi juga memperpanjang umur pakai jalan serta menjaga keamanan para pengguna jalan.
“Jalan yang sudah dibangun harus kita jaga bersama. Kebersihan bahu jalan lewat aksi *Ngosrek* sangat penting agar air tidak tersumbat dan jalan tidak cepat rusak,” tambahnya.
Keseruan Hadiah Tunai untuk Warga
Kemeriahan acara semakin pecah saat Om Zein menggelar kuis interaktif secara mendadak di atas panggung improvisasi. Suasana penuh tawa terlihat ketika para ibu-ibu berebut untuk menjawab pertanyaan yang dilemparkan oleh Bupati Purwakarta tersebut.
Pertanyaan sederhana namun bermakna dilontarkan: “Apa kepanjangan dari tradisi Ngosrek?”
Salah seorang emak-emak beruntung berhasil maju dan menjawab dengan tepat bahwa “Ngosrek” merupakan akronim dari ngored, bebersih, berseka.
Keberanian dan ketepatan jawaban warga tersebut langsung diganjar hadiah uang tunai sebesar Rp500.000 secara tunai dari kantong pribadi Om Zein, yang disambut tepuk tangan riuh dari penonton.
Sinergi Pemkab dan Masyarakat Purwakarta
Momen kebersamaan di Desa Mulyamekar ini menjadi gambaran nyata kedekatan antara pimpinan daerah dan warganya. Melalui pendekatan yang humanis dan santai, pesan-pesan pembangunan dapat tersampaikan dengan efektif tanpa menghilangkan suasana sukacita perayaan Kemerdekaan RI.
Pemerintah Kabupaten Purwakarta berharap semangat gotong royong melalui aksi *Ngosrek* ini dapat direplikasi oleh seluruh desa di wilayah Purwakarta.
Dengan kombinasi jalan yang mulus serta lingkungan yang bersih, kualitas hidup dan keindahan desa-desa di Purwakarta dipastikan akan meningkat secara signifikan dalam waktu dekat.***
