KESATU.CO, PURWAKARTA — Suasana Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 Tingkat Kabupaten Purwakarta mendadak haru dan penuh kehangatan.
Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein yang akrab disapa Om Zein secara resmi membuka acara bergengsi tersebut di Arboretum Bambu Linuhung pada Kamis (23/7/2026).
Momentum tahunan ini bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan ajang penting untuk menegaskan kembali komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta dalam mewujudkan generasi muda yang sehat, cerdas, berkarakter, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan.
Penghargaan Khusus untuk ‘Pangariksa Bumi’
Di tengah riuhnya rangkaian acara, perhatian publik tertuju pada momen istimewa ketika Bupati Om Zein memberikan penganugerahan khusus kepada empat anak inspiratif setempat.
Keempat Anak Hebat tersebut viral dan dikenal luas oleh masyarakat dengan julukan Pandawara Cilik berkat aksi nyata mereka dalam menggalang kebersihan lingkungan di wilayah Purwakarta.
Sebagai bentuk apresiasi paling tinggi atas dedikasi mereka, Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta menyematkan selendang penghargaan dan gelar khusus bernama Pangariksa Bumi.
Makna Nama Pangariksa Bumi:
Secara harfiah, Pangariksa Bumi memiliki arti “penjaga dan perawat bumi”. Gelar ini diberikan sebagai kehormatan atas keberanian dan kepedulian anak-anak tersebut yang rela turun tangan menjaga kebersihan lingkungan hidup sejak usia dini.
Om Zein menyampaikan bahwa keteladanan yang ditunjukkan oleh Pandawara Cilik merupakan bukti nyata bahwa kepedulian lingkungan tidak mengenal batasan usia. Sikap aktif mereka diharapkan mampu menginspirasi seluruh anak-anak di Kabupaten Purwakarta untuk ikut menjaga kelestarian alam sekitarnya.
Tangis Pecah Saat ‘Auto Saweran’ Baju Sekolah
Di balik momen formal penganugerahan penghargaan, sebuah insiden humanis yang menyentuh hati terjadi secara spontan. Saat berdialog akrab dengan Om Zein di atas panggung, salah satu anggota Pandawara Cilik mengutarakan pengakuan jujurnya.
Dengan polos, bocah tersebut mengaku kepada Om Zein bahwa dirinya dan kawan-kawan belum memiliki seragam atau baju baru untuk menyambut tahun ajaran sekolah yang baru.
Mendengar kepolosan dan kejujuran sang anak inspiratif, Om Zein beserta para tamu undangan yang hadir tak tinggal diam. Secara spontan, gerakan “saweran” atau penggalangan dana darurat langsung digalang di tempat.
Aksi kepedulian kolektif tersebut membuah hasil luar biasa. Dalam waktu singkat, dana bantuan spontan yang terkumpul mencapai angka Rp 10.450.000.
Melihat perhatian yang begitu besar dan tidak disangka-sangka, tangis haru anak tersebut tak terbendung lagi. Tangisan kebahagiaan pecah saat bocah tersebut langsung memeluk erat Om Zein di atas panggung. Suasana haru menyelimuti seluruh area Arboretum Bambu Linuhung, disambut tepuk tangan riuh dari para hadirin.
Komitmen Wujudkan Generasi Purwakarta Cerdas dan Berkarakter
Melalui Peringatan Hari Anak Nasional 2026 ini, Pemkab Purwakarta kembali menegaskan tekadnya untuk terus mendukung hak-hak anak, baik dari segi pendidikan, kesehatan, maupun perlindungan sosial.
Om Zein menegaskan bahwa anak-anak adalah aset paling berharga bagi masa depan Purwakarta. Dukungan moril maupun materil akan terus disalurkan agar tidak ada anak di Purwakarta yang terhambat pendidikannya hanya karena kendala fasilitas atau ekonomi.
Aksi Pandawara Cilik dan respons hangat masyarakat di HAN 2026 menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan generasi muda mampu menciptakan lingkungan yang inklusif, penuh kasih sayang, dan peduli pada masa depan bumi.***
