KESATU.CO – “Bapak stroke, kak, sekarang udah gak bisa kerja lagi. Jadi aku bantu ibu jualin kue buatannya supaya kami bisa terus makan dan aku gak putus sekolah,” lirih Dek Biba.
Bukan untuk berobat, hasil jualan Biba setiap hari hanya cukup untuk menyambung hidup keluarganya. Mimpinya untuk bisa sembuh dari tumor yang sudah dia derita selama 9 tahun perlahan luntur mengingat biaya berobat yang sampai ratusan juta.
Dek Biba menderita tumor sejak umurnya baru 2 tahun. Awalnya muncul benjolan kecil di mata, lama kelamaan benjolan itu semakin besar dan menyebar hingga menutup separuh wajahnya.
Kini mata kanan, hidung, dan mulut Biba sudah tertutup oleh tumor. Bahkan berat tumor itu sudah mencapai 6 kg. Setiap hari dia merasakan sakit dan panas di sekitar benjolan itu. Mirisnya lagi, pejuang cilik ini juga sering di ejek karena wajahnya yang sudah tidak berbentuk lagi…
Hebatnya dengan semua ujian yang harus dia jalani Dek Biba masih mau membantu kedua orang tuanya dengan berjualan kue setiap pulang sekolah. Biba jadi pengganti ayah yang stroke mencari nafkah sambil menahan sakit di wajahnya.
Baca Juga: Demi Manjakan Penumpangnya, KAI Terus Berinovasi, Ini Bentuk Terkininya: Drinking Water
Biasanya Biba bisa jualan hingga larut malam. Jika sedang ada PR yang harus ia kerjakan, Biba selalu membawa buku dan pensil lalu mengerjakan PR di pinggir jalan sambil berharap ada yang mampir membeli kue buatan ibunya.
Kak, sungguh berat keseharian Dek Biba, mari wujudkan impian anak kuat ini untuk sembuh dari tumor melalui https://kitabisa.com/campaign/adekbiba
