KESATU.CO, PURWAKARTA – Dalam rangka menyemarakkan Rangkaian Acara Hari Jadi Kabupaten Purwakarta, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, yang akrab disapa Om Zein, menggelar program spesial bertajuk Nikah Hemat Gratis.
Program penuh kebahagiaan ini dilaksanakan secara serentak di Kantor Urusan Agama (KUA) yang tersebar di 17 kecamatan se-Kabupaten Purwakarta.
Program ini menjadi daya tarik luar biasa bagi masyarakat lokal. Pasalnya, setiap kecamatan diwakili oleh satu pasangan pengantin terpilih yang beruntung untuk melangsungkan akad nikah secara cuma-cuma tanpa dipungut biaya sepeser pun.
Fasilitas Mewah: Dari Maskawin Hingga Mobil Dinas Bupati
Meski mengusung nama “Nikah Hemat”, fasilitas yang diberikan Pemkab Purwakarta jauh dari kata sederhana. Pemerintah Kabupaten Purwakarta memberikan pelayanan maksimal agar hari bahagia para pengantin menjadi momen istimewa yang tak terlupakan.
Seluruh biaya pernikahan ditanggung penuh. Para pasangan pengantin mendapatkan fasilitas istimewa mulai dari:
* Maskawin yang disediakan langsung oleh pihak penyelenggara.
* Bingkisan dan Hadiah Pernikahan sebagai bekal awal mengarungi bahtera rumah tangga.
* Mobil Dinas Bupati yang dipinjamkan secara gratis sebagai kendaraan pengantin lengkap dengan sopir pribadi.
Kebijakan ini diambil Om Zein untuk merangkul masyarakat, khususnya pasangan yang memiliki keterbatasan finansial agar tetap dapat melangsungkan pernikahan yang sah secara agama dan hukum negara dengan layak dan berkesan.
Kisah Unik Pasangan Perjaka dan Janda Anak Tiga
Di antara 17 pasangan yang beruntung, ada satu momen unik dan menyentuh hati yang menarik perhatian publik. Pasangan tersebut adalah Wartono, seorang perjaka, dan Kusmiati, seorang janda beranak tiga.
Kisah cinta mereka yang unik ini terungkap saat berbincang langsung dengan Om Zein, sebagaimana diunggah dalam video di akun TikTok pribadi milik Bupati Purwakarta tersebut dikutip oleh Media Kesatu.co, Kamis, 13 Juli 2026.
Ketika ditanya mengenai awal mula hubungan mereka, pasangan ini secara terbuka mengaku berkenalan melalui aplikasi perjodohan online.
Komunikasi yang intens di media sosial akhirnya menumbuhkan benih-benih cinta hingga mereka mantap melangkah ke jenjang pernikahan melalui program Nikah Hemat Gratis ini.
Berjuang Bersama Jualan Es Kelapa dan Respons Takjub Om Zein
Di balik keceriaan pernikahan mereka, pasangan Wartono dan Kusmiati menyimpan kisah perjuangan hidup yang gigih. Saat ini, mereka mengandalkan mata pencaharian sehari-hari dengan berjualan Es Kelapa.
Tak hanya itu, mereka juga secara jujur menceritakan kondisi ekonomi keluarga yang sedang dihadapi. Pasangan ini mengaku masih memiliki tanggungan hutang pinjaman sebesar Rp5.000.000 dengan cicilan bulanan mencapai Rp750.000.
Mendengar kejujuran dan kegigihan pasangan tersebut dalam mencari nafkah, Om Zein mengaku sangat takjub sekaligus bangga.
Beliau mengapresiasi semangat pantang menyerah Wartono dan Kusmiati yang tetap berusaha mandiri mengais rezeki di tengah keterbatasan.
Sebagai bentuk apresiasi dan kepedulian nyata, Bupati Purwakarta memberikan dorongan semangat berupa bantuan uang tunai langsung.
Bantuan tersebut diserahkan untuk membantu meringankan beban mereka dengan membayar cicilan hutang selama satu bulan.
“Kejujuran dan semangat mereka untuk bekerja keras jualan es kelapa ini sangat patut dicontoh. Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban dan pernikahan mereka membawa berkah serta kelancaran rezeki ke depannya,” puji Om Zein.
Wujud Nyata Kepedulian Pemkab Purwakarta
Program Nikah Hemat Gratis ini menjadi bukti nyata hadirnya Pemerintah Kabupaten Purwakarta di tengah masyarakat. Momen Hari Jadi Purwakarta tahun ini tidak hanya dirayakan dengan pesta rakyat yang meriah, tetapi juga diisi dengan aksi sosial yang berdampak langsung pada kesejahteraan dan kebahagiaan warga.
Melalui program ini, Om Zein berharap angka pernikahan siri atau pasangan yang menunda pernikahan karena alasan biaya dapat berkurang secara signifikan di Purwakarta.
Warga pun menyambut hangat inisiatif ini dan berharap program serupa terus berlanjut di masa mendatang.***
