KESATU.CO – BANDUNG, Sebagai korporasi berlabel Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) punya peran krusial demi mewujudkan stabilitas dan ketahanan pangan nasional. Satu caranya, melalui penyerapan beras secara masif.
Ternyata, ada jenis beras yang menjadi prioritas Perum Bulog dalam upaya penyerapan komoditas pangan utama di tanah air itu.
Dalam keterangannya, belum lama ini, Direktur Utama Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi, menyatakan, meski program importasi bergulir, penyerapan beras lokal merupakan prioritas utama pihaknya.
“Target kami, tahun ini, volume penyerapan beras lokal sebanyak 900 ribu ton,” cetus Bayu Krisnamurthi.
Untuk importasi, kata Bayu Krisnamurthi, pihaknya menerapkan sejumlah perhitungan. Antara lain, sebut dia, biaya total demurrage (denda bongkar muat). Biasanya, ucapnya, biaya demurrage tidak melebihi 3 persen nilai produk impor.
“Ini (demurrage) sama halnya dengan (biaya) despatch. Yaitu termasuk mekanisme ekspor impor,” jelasnya.
Petinggi Perum Bog lainnya, Direktur Transformasi dan Hubungan Antar-Lembaga Perum Bulog, Sonya Mamoriska, menambahkan, pihaknya mengemban beberapa tugas pemerintah yang tidaklah ringan.
Baca Juga: Bergerak Cepat, Ketua Pemuda Pancasila Sukabumi Kumpulkan Semua Jajaran
Penugasan Kementerian Perdagangan pada 2024, sambung Sonya Mamoriska, yakni mengimpor beras sebanyak 3,5 juta ton.
Sonya Mamoriska mengungkap volume realisasi importasi beras. Selama lima bulan perdana tahun ini atau Januari-Mei 2024, volume importasi beras sebanyaki 2,2 juta ton.
“Tujuan importasi beras yakni pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat,” tutupnya. (*)
