KESATU.CO – BANDUNG, Setiap korporasi memiliki rencana dan strategi supaya performa dan kinerjanya tetap mentereng. Hal itu pun dilakukan korporasi perbankan berbendera Badan usaha milik daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar, PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten Tak (Perseroda) alias bank bjb.
Satu di antaranya melalui pembentukan Kelompok Usaha Bank (KUB). Hingga kini, empat entitas Bank Pembangunan Daerah (BPD)dan satu perbankan syariah yang bergabung dalam KUB bank bjb.
Antara lain,, PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu atau Bank Bengkulu, PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara (atau Bank Sultra, PT Bank Pembangunan Daerah Maluku Utara alias Bank Malut, dan PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten Syariah atau bank bjbs.
Perkembangan terkini, PT Bank Pembangunan Daerah Jambi segera berstatus anggota KUB bank bjb. Pasalnya, perbankan yang berkantor pusat di Jalan Naripan Bandung itu bersiap menyertakan modalnya kepada Bank Jambi.
Ada isyarat yang menunjukkan kesiapan bank bjb menyertakan modalnya kepada Bank Jambi. Yakni, penandatanganan Shareholders Agreement atau kesepakatan kepemilikan saham dengan Pemprov Jambi oleh Yuddy Renaldi, Direktur Utama bank bjb, dan Gubernur Jambi, Al Hasan, di T-Tower Jakarta, Rabu (17/7/2024) malam.
Dalam keterangannya, Penjabat (Pj) Gubernur Jabar, Bey Triadi Machmudin, yang menjadi saksi penandatanganan tersebut, menyatakan, sinergi antara bank bjb dan Bank Jambi tidak hanya menggeliatkan performa dan kinerja, tetapi juga memperkuat daya saing sekaligus lebih berkontribusi pada perekonomian.
Berdasarkan penandatanganan Shareholders Agreement itu, kata Bey Triadi Machmudin, bank bjb pun punya predikat baru, yaitu sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) bersama Pemprov Jambi. (*)
