KESATU.CO – BANDUNG, Terjadinya berbagai dinamika bisa berefek pada kinerja dunia usaha. Kondisi itu yang sepertinya dialami grup korporasi swasta terakbar di tanah air yang merasakan dampak dinamika tersebut, yakni PT Astra International Tbk.
Pasalnya, pada Juni 2024, perolehan laba bersih PT Astra International Tbk terkoreksi 9,13 persen secara tahunan. Kontraksi tersebut menyebabkan posisi laba bersih PT Astra International Tbk menjadi Rp15,85 triliun. Sedangkan pada Juni 2023, nilainya Rp17,44 triliun.
Selain laba bersih, net income alias pendapatan bersih PT Astra International Tbk pada semester pertama 2024 pun bergerak negatif 1,5 persen secara tahunan atau menjadi Rp159,96 triliun.
Dalam Astra Media Day 2024, Tira Ardianti, Head of Corporate Investor Relations PT Astra International Tbk, mengemukakan, meski terkontraksi, secara umum, performa dan kinerja korporasi jumbo itu tetap perkasa.
Namun, jelasnya, melemahnya data beli masyarakat pada berbagai sektor, termasuk otomotif sebagai akibat terjadinya berbagai dinamika global, cukup memengaruhi pencapaian kinerja selama semester pertama 2024.
Adanya agenda politik, seperti Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 dan Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif 2024, lanjut dia, membuat banyak pihak memilih bersikap wait and see.
Akibatnya, tuturnya, lini bisnis-lini bisnis mengalami kontraksi. “Otomotif misalnya. kinerja penjualan mobil terkoreksi 17 persen. Begitu juga dengan kinerja penjualan sepeda motor, yang berkurang 4 persen,” tandas Tira Ardianti.
Meski kinerja penjualan mobil terkoreksi, Tira Ardianti menyatakan, pihaknya berhasil meraih pangsa pasar yang lebih besar daripada periode sama tahun lalu.
Tira Ardianti mengungkapkan beberapa faktor penyebab terkontraksinya kinerja konglomerasi jumbo tersebut.
Antara lain, sebut dia, pihaknya belum bisa merealisasikan keuntungan investasi pada dua korporasi, yakni PT Goto Gojek Tokopedia Tbk dan PT Medikaloka Hermina Tbk.
Tira Ardianti menyebut nilai kerugian investasi pada dua korporasi itu yang pihaknya alami pada Juni 2024 tersebut sangat masif. Angkanya, sahutnya, Rp817 miliar.
Lalu, melambatnya pergerakan bisnis PT United Tractors Tbk juga turut memengaruhi kinerja PT Astra International Tbk pada semester pertama tahun ini.
Secara tahunan, PT United Tractors Tbk membukukan laba bersih yang berkurang 15 persen atau bernilai Rp9,5 triliun dan terkontraksinya pendapatan sebesar 6 persen atau menjadi Rp68,6 triliun.
Pergerakan negatif yang dialami korporasi yang sebesar 59,9 persen sahamnya dimiliki PT Astra International Tbk itu, timpal Sara K Loebis, Corporate Secretary PT United Tractors Tbk, karena mahalnya harga beragam komoditas, termasuk batu bara.
Namun, tidak semua lini bisnis PT Astra International Tbk mencatat kinerja minor. Buktinya, pada Juni 2024 PT Astra Otoparts Tbk berhasil mengumpulkan laba bersih bernilai Rp1,01 triliun atau menggeliat 26,48 persen secara tahunan. (*)
