KESATU.CO – BANDUNG, Terpilihnya pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia 2024-2029, membuat nergulirnya berbagai program. Antara lain, Makan Bergizi Gratis (MBG).
Berkaitan dengan hal itu, lembaga pemerintah yang menaungi soal pangan, yaitu Badan Pangan Nasional (Bapanas) berbicara soal program tersebut.
Arief Prasetyo Adi, Kepala Bapanas, dalam Rapat Koordinasi dengan Kementerian Pertanian, mengemukakan, agar program MBG bergulir secara tepat sasaran dan efektif, pemerintah membentuk lembaga baru.
“Yakni Badan Gizi Nasional (BGN),” tutur Arief Prasetyo Adi.
Terbentuknya BGN, jelas Arief Prasetyo Adi, berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 83/2024. Fungsi utama BGN, jelas dia, yakni srbagai operator pelaksana pemenuhan gizi nasional.
Melansir laman setkab.go.id, BGN memikiki sejumlah peran dan fungsi. Yakni mengoordinasikan perumusan, dan penetapan teknis berkenaan dengan sistem dan tata kelola.
Lalu BGN pun mengoordinasikan penyediaan dan penyaluran gizi kepada masyarakat sekaligus melakukan promosi dan kerja sama. Selain itu, juga memantau pemenuhan gizi nasional.
Baca Juga: PLN-Indonesia Power-Pertamina Kompak Geliatkan Green Energy, Caranya: Serius Garap Geothermal
Fungsi lainnya mengoordinasikan pelaksanaan tugas, serta membina dan mendukung administrasi seluruh unsur organisasi yang berkaitsn dengan BGN.
Selanjutnya, berfungsi sebagai pengelola barang milik dan kekayaan negara. Lalu, secara substantif, menopang seluruh elemen yang berhubungan dengan lembaga tersebut.
Sasaran program MBG yaitu peserta didik level Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), dan sekolah menengah, baik Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), termasuk sekolah pendidikan keagamaan dan pendidikan khusus, serta pondok pesantren.
Tidak itu saja, program MBG juga menyasar anak usia bawah lima tahun (balita) serta wanita hamil dan menyusui. (*)
