KESATU.CO – BANDUNG, Beragam dinamika bisa dialami berbagai sektor ekonomi, tidak terkecuali perbankan. Adalah PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk (Persero) yang mengalaminya.
Mengacu pada laporan keuangan bulanannya, hingga Agustus 2024, PT BTN Tbk (Persero) sukses menyalurkan kredit dan pembiayaan syariah bernilai masif, yakni Rp355,27 triliun.
Nominal itu bertambah 13 persen lebih banyak daripada periode sama 2023, yang angkanya Rp314,26 triliun.
Pergerakan positif pun terjadi pada pengelolaan Dana Pihak Ketiga (DPK). Hingga Agustus 2024, secara total, perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara) itu mengelola DPK sebanyak Rp373,87 triliun atau bertambah 16,48 persen secara tahunan.
Begitu pula dengan asetnya. Hingga Agustus 2024, perbankan berlabel Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu punya aset berlimpah.
Nai totalnya yakni Rp 456,37 triliun bertambaj 11,88 secara tahunan. Sedangkan hingga Agustus 2023, PT BTN Tbk (Persero) memiliki aset bernilai Rp407,91 triliun.
Uniknya, perkembangan-perkembangan positif itu tidak seiring dengan perolehan laba bersihnya.
Hingga Agustus 2024, PT BTN Tbk (Persero) mengumpulkan laba bersih bank only bernilai Rp1,80 triliun.
Perolehan laba bersih itu berkurang 10 persen daripada realisasi Agustus 2023, yang nominalnya Rp2 triliun.
Terkoreksinya laba bersih yang diraup perbankan Merah Putih itu dipengaruhi pergerakan negatif Net Interest Income (NII), yakni 12,32 persen secara tahunan atau menjadi Rp7,87 triliun.
Penyebab NII terkoreksi akibat beban bunga bank yang bertambah 27 persen secara tahunan, yakni yang pada Agustus 2023 bernilai Rp 9,44 triliun, menjadi Rp 11,99 triliun pada periode sama 2024. (*)
