KESATU.CO – BANDUNG, Sepertinya, kini, para produsen otomotif Jepang, memiliki rival yang sangat serius dalam memperebutkan pasar global. Yakni China.
Pasalnya, selama beberapa tahun terakhir, perkembangan industri otomotif negeri The Great Wall itu benar- benar melejit. Terlebih, ketika sistem elektrifikasi terus menunjukkan pergerakan positif.
Tentu saja, hal itu menyebabkan industri otomotif Jepang lumayan kelimpungan. Bagaimana tidak, kinerja penjualan beberapa produsen otomotif asal Jepang mengalami kontraksi. Satu contohnya Toyota Motor Corporation.
Bloomberg mengabarkan, kontraksi penjualan produsen otomotif berlambang The Triple Elips ini tidak hanya tergerus oleh sejumlah produk asal China, semisal BYD Company, tetapi juga sebagai efek terjadinya dugaan skandal uni keselamatan di Jepang
Akibatnya, Toyota Motor Corporation menunda proses produksi beberapa varian yang dugaannya terjerat skandal tersebut.
Efeknya, kinerja penjualan Toyota Motor Corporation di Negeri Sakura tergerus 9 persen lebih secara tahunan pada Agustus 2024.
Penyebab lainnya, yakni adanya recall atau penarikan unit untuk perbaikan yang cukup masif di Amerika Serikat (AS).
Secara kumulatif, pada Agustus 2024, volume produksi gabungan Toyota Motor Corporation bersama dua anak usahanya, Daihatsu Motor Company dan Hino Motors Limited (Ltd) tergelincir 12,56 persen secara tahunan atau menjadi 808.023 unit.
Baca Juga: Aset Bank Syariah Indonesia Semakin Bertumpuk, Penyaluran Pembiayaannya pun Moncer
Di China, pada Agustus 2024, tekanan industri-industri Negeri Panda menyebabkan kinerja penjualan Toyota Motor Corporation terkoreksi 13,5 persen secara tahunan atau menjadi sebanyak 152.065 unit.
Pada segmen elektrifikasi, Toyota Motor Corporation pun mengurangi proyeksi penjualan. Umpamanya, pada model Battery Electric Vehicle (BEV), target awalnya 1,5 juta unit selama 2026, menjadi 1 juta unit.
Nissan Motor Company juga termasuk produsen otomotif Jepang yang mengalami kontraksi kinerja penjualan.
Pada Agustus 2024, Nissan Motor Company mengurangi volume produksinya sebanyak 15,5 persen secara tahunan.
Artinya, volume produksi Nissan Motor Company pada Agustus 2024 sejumlah 236.016 unit. Sedangkan volume penjualannya pada Agustus 2024 sebanyak 244.279 unit atau berkurang 5,5 persen secara tahunan. (*)
