KESATU.CO – BANDUNG, Melalui berbagai strategi, termasuk transformasi teknologi serta penyempurnaan pelayanan, korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero), berhasil menorehkan performa dan kinerja mentereng.
Hal itu tercermin pada perolehan laba korporasi yang dulunya bernama Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) tersebut.
Kepada media, Anne Purba, Vice President (VP) Public Relation PT KAI (Persero), mengemukakan, berdasarkan pelaporan keuangan, pada 2023, pihaknya membukukan laba bersih bernilai Rp1,87 triliun.
“Nilai laba itu lebih banyak 11 persen daripada 2022, yang nominalnya Rp1,68 triliun,” tandas Anne Purba.
Mantan VP Corporate Secretary PT KAI (Persero) Commuter Line Indonesia ((KCI) itu meneruskan, perkembangan positif perolehan laba bersih itu diiringi bertambahnya nilai aset korporasi Merah Putih itu.
Dia menyebutkan, dalm beberapa tahun terakhir, pihaknya sukses memperbanyak nilai aset. Rata-rata, ucapnya, sejak 2020, nilai aset korporasi transportasi publik itu menggeliat 15,23 persen per tahun.
Pada 2020, ujarnya,pihaknya memiliki aset bernilai Rp53,2 triliun. Tahun berikutnya atau 2021, kata Anne Purba, nilai aset bertambah menjadi Rp62,8 triliun.
Kemudian, pada akhir 2022, sahutnya, total nilai aset semakin banyak. Angkanya, tutur dia, yakni Rp71,6 triliun. “Tahun lalu atau 2023, nilai aset kami bertambah lagi menjadi Rp81,37 triliun,” ungkap dia.
Baca Juga: Resmi Dirilis TAM, Ingin Punya Toyota Hilux Rangga? Siapkan Cuan Sebanyak Ini
Anne Purba membeberkan, catatan-catatan positif itu ditopang semangat dan keinginan kuat jajarannya untuk terus berkarya nyata secara possitif. Misalnya, melalui investasi guna optimalisasi dan penyempurnaan kualitas aset.
Caranya, ucap Anne Purba,, antara lain regenerasi armada, baik lokomotif, gerbong, train set, termasuk fasilitas-fasilitas lainnya.
Kinerja cemerlang berikutnya, beber Anne Purba, periode Januari-September 2024, pihaknya menyelamatkan aset negara bernilai Rp731,53 miliar.
Masifnya nilai aset negara yang pihaknya selamatkan berkat sejumlah cara. Di antaranya, menertibkan lahan dan bangunan berluas total 475.955,93 meter per segi di berbagai lokasi.
Dua tahun sebelumnya, tambah Anne Purba, pihaknya menyelamatkan dan menertibkan aset negara, yang terdiri atas lahan serta bangunan berluas total 933.058,21 meter per segi dan bernominal Rp1,70 triliun.
“Sedangkan tahun lalu, nilai aset negara yang kami tertibkan bernilai Rp2,09 triliun, mencakp lahan dan bangunan berluas 729.680,32 meter per segi,” tutup Anne Purba. (*)
