KESATU.CO – BANDUNG, Seiring dengan hadirnya agenda bernuansa kelestarian lingkungan demi tercapainya target Net Zero Emission (NZE), banyak korporasi menggulirkan program Green Financing atau pembiayaan hijau berbasis environment, social, and governance (ESG) secara berkelanjutan.
Satu di antara ya adalah PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banteb Tbk (Perseroda) alias bank bjb.
Seperti apa perkembangannya?
Dalam keterangannya, Yuddy Renaldi, Direktur Utama bank bjb, mengemukakan, hingga triwulan III 2024, secara kumulatif, pihaknya menggelontorkan pembiayaan Green Financing berkelanjutan bernilai masif. Angkanya, belasan triliun rupiah.
“Tepatnya, pada level Rp18,2 triliun. Sasarannya antara lain pembiayaan sektor-sektor yang berkaitan dengan lingkungan, UMKM (Usaha Mikro-Kecil-Menengah), dan transportasi go green,” tandas Yuddy Renaldi.
Agar penyaluran pembiayaan tersebut semakin gacor, Yuddy Renaldi mengungkapkan, pihaknya menyusun sebuah strategi pada tiga bulan pamungkas tahun ini atau triwulan IV 2024 . Yakni, beber dia, berupa Obligasi Berkelanjutan bernilai Rp1 triliun.
Yuddy Renaldi juga menginformasikan perkembangan pembentukan Kelompok Usaha Bank (KUB) bersama beberapa Bank Pembangunan Daerah (BPD) lainnya, di antaranya PT BPD Jambi alias Bank Jambi dan PT BPD Maluku-Maluku Utara (Bank Maluku-Malut).
Dia mengatakan, rencana pembentukan KUB terus bergulir dan menunjukkan progres positif.
Skema KUB, tuturnya, tidak hanya menjadi trigger performa dan kinerja, tetapi juga membuat terciptanya efisiensi dan efektivitas operasional, seperti berkenaan dengan pengembangan serta pemanfaatan teknologi, yang kebutuhan dana investasinya bernilai akbar.
Selain itu, tambah Yuddy Renaldi, pola KUB juga memperkuat daya saing BPD pada sektor perbankan sehingga bisa lebih berkontribusi pada perekonomian nasional.
Yuddy Renaldi pun sedikit berbicara soal pencapaian perbankan berlabel Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini hingga triwulan III 2024. Antara lain, soal aset.
Yuddy Renaldi menyampaikan, hingga September 2024, pihaknya memiliki aset yang semakin berlimpah. Total nilainyai, sebut dia, Rp210 triliun,
Nominal itu bertambah 17,1 persen secara tahunan. Pada periode sama 2023, posisi nilai aset yaitu Rp179,3 triliun. (*)
