KESATU.CO – BANDUNG, Performa apik nan gemilang terus ditorehkan korporasi perbankan berbendera Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Bank Mandiri Tbk (Persero) hingga tiga bulan pamungkas tahun ini.
Satu indikatornya tercermin pada nominal laba bersih yang mereka raup hingga akhir September 2024.
Kepada media, dalam pemaparan kinerja, Darmawan Junaidi, Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk (Persero), mengakui bahwa pihainya meraup untung besar,
Hingga triwulan III 2024, ungkap Darmawan Junaidi, laba bersih yang jajarannya raup bertambah 7,56 persen secara tahunan atau menjadi Rp42 triliun. Sedangkan perolehan laba bersih pada triwulan tahun sebelumnya yakni Rp39,1 triliun.
Indikator menterengnya kinerja perbankan Merah Putih itu yakni menggeliatnya penyaluran kredit atau pembiayaan.
Darmawan Junaidi menuturkan, dana bernilai Rp1.590 triliun merupakan nilai kredit yang jajarannya salurkan hingga September 2024. Angka itu, jelasnya, lebih besar 22,1 persen daripada periode sama 2023
“Bahkan, nilai penyaluran kredit itu melebihi nominal pembiayaan industri perbankan nasional, yang rata-rata pada posisi 11 persen,” tandas Darmawan Junaidi.
Moncernya penyaluran kredit itu, jelas dia, berkat pergerakan positif kredit korporasi, yang hingga September 2024, bertambah 29,4 persen secara tahunan atau menjadi Rp581 triliun.
Penopang berikutnya yakni pembiayaan bagi mikro dan Small & Medium Enterprises (SME) alias Usaha Mikro-Kecil-Menengah (UMKM).
Hingga September 2024, sebanyak 293.000 lebih pelaku UMKM menerima penyaluran pembiayaan yang nominalnya Rp32,2 triliun.
Baca Juga: Hati-hati Tertipu! Ini Ciri-ciri Penipuan Undian Berhadiah Palsu yang Mengaku dari BRI
Luar biasanya, sahut dia, jumbonya bilai kredit itu diimbangi perkembangan positif rasio Non-Performing Loan (NPL) yang secara bank only, posisinya 0,97 persen, lebih rendah 39 basis poin daripada level NPL bank only tahun sebelumnya.
Dia menyatakan, terciptanya pergerakan positif itu berkat penerapan strategi bisnis yang tepat, efektif, efisien, dan berkualitas.
Melihat pencapaian dan catatan kinerja gemilang itu, Darmawan Junaidi yakin bahwa penyaluran kredit bisa menggeliat 16-18 persen secara tahunan pada akhir 2024.
Karenanya, cetus dia, agar proyeksi penyerangan kredit 16-18 persen secara tahunan pada Desember 2024 tercapai sekaligus lebih bergairah pada tahun-tahun berikutnya, pihaknya fokus pada sektor-sektor strategis yang berkelanjutan.
“Contohnya, agro bisnis (Pertanian-perkebunan). Lalu, telekomunikasi dan energi. Termasuk industri mamin (makanan-minuman) dan padat karya,” paparnya.
Bicara soal pengelolaan Dana Pihak Ketiga (DPK), Darmawan Junaidi menyampaikan, secara tahunan, menggeliat 14,9 persen. Posisi DPK hingga September 2024, tukasnya, yakni Rp 1.667,5 triliun.
Perkembangan DPK itu ditopang oleh pergerakan positif Current Account-Saving Account (CASA) alias dana murah, yang mencakup Giro serta tabungan.
Hingga triwulan III 2024, dana kelolaan giro bergeliat 17,8 persen secara tahunan atau menjadi Rp 596 triliun.
“Sedangkan dana kelolaan tabungan, secara tahunan, bertambah 12,6 persen. Artinya, total nilai dana tabungan berasa pada level Rp 635 triliun,” pungkas Darmawan Junaidi. (*)
