KESATUCO – Rahma Sakura Ramkar merupakan sosok yang sempat ramai diperbincangkan di kancah politik Kabupaten Sukabumi. Apalagi dengan sepak terjangnya yang begitu cemerlang dalam dunia politik di usianya yang baru menginjak 22 tahun.
Perempuan yang bernaung di Partai Golkar ini, merupakan anggota DPRD Kabupaten Sukabumi termuda.
Namun tak hanya di situ saja, Perempuan berhijab ini memiliki jiwa sosial yang luar biasa tinggi. Bahkan, jiwa sosial tersebut telah muncul sebelum dirinya terjun ke dunia politik.
Baca Juga: DPRD Jabar Soroti Potensi Pungli Di SMAN 2 Depok
Salah satu bentuk sosial yang dia lakukan adalah berbagi makanan setiap Jumat. Aksi sosial tersebut sudah dia lakukan sejak beberapa tahun silam.
“Alhamdulillah setiap Jumat, kami sering berbagi makanan kepada masyarakat. Terutama kepada orang-orang yang baru pulang beribadah. Kegiatan ini sudah berjalan sejak tiga tahun lalu,” ujarnya, Jumat, 1 November 2024.
Dirinya bersama tim selalu berkeliling masjid untuk membagikan makanan. Di mana, makanan yang dibagi pun sangat baik untuk penambahan gizi masyarakat.
Baca Juga: Sekretariat DPRD Jabar Terima Studi Tiru Sekretariat DPRD Provinsi Kaltim
“Setiap Jumat kami sediakan susu dengan roti untuk dibagikan ke masyarakat. Kegiatan ini rutin dilakukan di beberapa masjid,” ucapnya.
Menurutnya, awal berbagi makanan tersebut tercetus ketika memberikan susu untuk adiknya yang mondok di pesantren.
Selain itu, diperkuat oleh orangtuanya yang mendapatkan gambaran ketika beribadah ke tanah suci.
Baca Juga: Begini Langkah Strategis Kota Sukabumi Dalam Menanggulangi Stunting
“Awalnya sih ngasih susu untuk adik yang dipesantren. Ketika ngasih, tidak mungkin untuk satu orang. Jadi, kami kasih susu untuk satu kamar dengan adik. pemberian susu itu ternyata sampai di semua kalangan di pesantren, sampai akhirnya satu pesantren kita beri susu. Selain itu, orangtua pun punya niatan ingin berbagi sepulang dari tanah suci, sehingga berbagi makanan ini rutin dilakukan,” ungkapnya.
Berawal dari itu semua, sekarang kegiatan berbagi makanan telah berkembang hingga ke sejumlah masjid di sejumlah wilayah.
Hal itu seperti di Kecamatan Sukalarang, Sukaraja, Cireunghas, Gegerbitung, hingga Kebonpedes.
“Dari yang awalnya hanya satu pesantren, sekarang berkembang hingga ke sejumlah masjid secara rutin setiap Jumat,” bebernya
