KESATU.CO – BANDUNG, Sebagai korporasi public service berbalut Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) terus menyusun beragam cara agar pelayanannya kepada masyarakat memuaskan.
Misalnya, meregenerasi rangkaian kereta. Lalu, menambah fasilitas pelayanan, seperti aktivasi face recognition pada sejumlah stasiun, dan lainnya, termasuk nuansa yang berbeda.
Seperti yang berlangsung pada 1-3 November 2024. Kala itu, di Stasiun Bandung, PT KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung menyuguhkan suasana dan nuansa berbeda serta menghibur sekaligus mengandung unsur edukasi.
Bentuknya, berupa diorama miniatur rangkaian kereta legendaris rute Bandung-Gambir, Argo Parahiyangan.
Ayep Hanapi, Manager Hubungan Masyarakat (Humas) PT KAI (Persero) Daop 2 Bandung, mengemukakan, terpajangnya miniatur Argo Parahiyangan, yang rangkaiannya terdiri atas kelas eksekutif dan Panoramic serta hasil kolaborasi pihaknya dengan seorang kolektor miniatur kereta, Rifqi Fauziyya Rajwa, itu agar masyarakat lebih mengetahui historical kereta legendaris tersebut
Baca Juga: Tenang, Stok Beras Nasional Berlimpah, Bulog Serap Jutaan Ton Gabah
Diorama yang berskala 1:160 berukuran pajang sekitar 90 sentimeter dan lebar 140 sentimeter itu kata Ayep Hanapi, menggambarkan pemandangan pergunungan, terowongan, dan jembatan-jembatan nan sangat indah.
Secara tidak langsung, ujarnya, diorama itu pun bisa menjadi strategi jajarannya mengajak masyarakat untuk menjadikan kereta sebagai fasilitas transportasi pilihan.
Bicara soal Argo Parahiyangan, Ayep Hanapi menjelaskan, saat ini, pihaknya mengaktifkan lima perjalanan kereta tersebut dari Stasiun Bandung setiap harinya.
“Yakni, pukul 05.25 WIB, pukul 09.35 WIB, pukul 10.50 WIB, pukul 11.30 WIB, dan pukul 19.05 WIB ,” tutup Ayep Hanapi. (*)
