KESATU.CO – BANDUNG, Setiap warga negara memiliki hak yang sama, tidak terkecuali kalangan disabilitas.
Karena itu, bertepatan dengan Hari Disabilitas Internasional (HDI), PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) untuk menggulirkan program pelayanan spesial bagi kalangan disabilitas.
“Benar. Ada program khusus bagi kalangan disablitas bertepatan dengan HDI,” tandas Ayep Hanapi, Manager Hubungan Masyarakat (Humas) PT KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung.
Program khusus itu, ungkapnya, berupa perjalanan free charge alias gratis pada rangkaian Lodaya (Bandung Solo Balapan) untuk keberangkatan dari Stasiun Tasikmalaya bagi anggota Paguyuban Tunadaksa Tasikmalaya (Perdata).
Ayep Hanapi meneruskan, program pelayanan perjalanan inklusif Lodaya bagi anggota Perdata itu menjadi bukti bahwa jajarannya memang sangat serius melayani seluruh lapisan masyarakat, termasuk kalangan disabilitas, secara prima.
Program pelayanan spesial itu juga, lanjut mantan Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 3 Cirebon itu, juga upaya jajarannya agar masyarakat lebih peduli dan memahami bahwa kalangan disabilitas pun berhak memperoleh pelayanan yang setara dan tidak bersikap diskriminatif.
Ayep Hanapi menegaskan, kalangan disabilitas juga punya hak untuk menikmati program tarif diskon 20 persen pada seluruh kelas perjalanan kereta.
Lalu, bagaimana cara kalangan disabilitas menikmati pelayanan berupa tarif diskon 20 persen?
Ayep Hanapi menjelaskan, calon penumpang berlatar belakang kalangan disabilitas hanya perlu meregistrasi pada loket pelayanan pelanggan stasiun, yakni H-2 keberangkatan.
Baca Juga: NDX AKA Siap Buat Purwakarta Goyang, Simak Profil dan Daftar Lagu Populer Grup Hiphop Dangdut Ini
Saat registrasi lanjut dia, calon penumpang kalangan disabilitas wajib menyertakan sejumlah dokumen. Selain itu, ketika meregristasi, kalangan disabilitas wajib menyertakan sejumlah dokumen.
“Antara lain, KTP (Kartu Tanda Penduduk). Lalu, apa foto. Kemudian, surat keterangan dokter atau rumah sakit.” tuturnya.
Pelayanan istimewa bagi kalangan disabilitas, sahutnya, berlaku selama satu tahun full, termasuk momen Natal-Tahun Baru (Nataru) 2024-2025.
Ayep Hanapi mengimbuhkan, pihaknya juga melakukan beberapa pola pelayanan prima lainnya khusus bagi kalangan disabilitas.
Di antaranya, sebut Ayep Hanapi, menyempurnakan sejumlah fasilitas agar lebih ramai disabilitas. “Misalnya, ketersediaan toilet ramah disabilitas baik pada stasiun maupun kereta. Lalu, ada juga jalur pemandu khusus pada area stasiun,” kata dia.
Tidak itu saja, tutur Ayep Hanapi, pihaknya pun menyiagakan petugas untuk membantu penyandang disabilitas saat keluar-masuk kereta.
Bahkan, sahutnya, pihaknya pun punya program pelatihan bahasa isyarat bagi petugas frontliner guna melayani calon pelanggan disabilitas yang punya keterbatasan pendengaran.
Program itu pun, tambahnya, menunjukkan bahwa transportasi inklusif bukan sekadar wacana, melainkan bukti nyata terciptanya kesetaraan seluruh masyarakat. (win)
