KESATU.CO – BANDUNG, Berstrategi demi torehan performa dan kinerja gemilang berlaku bagi setiap korporasi. Hal itu pun terus diterapkan perbankan berlabel Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten Tbk (Perseroda) alias bank bjb.
Terbukti, melalui berbagai jurus andalannya, bank bjb terus menorehkan prestasi dan performa cemerlang.
Dalam public Expose 2024, Yuddy Renaldi, Direktur Utama bank bjb, mengungkapka jurus rahasianya.
Dia mengatakan, inovasi, diversifikasi bisnis, dan tata kelola risiko secara matang menjadi kunci keberhasilan jajahannya untuk senantiasa berkinerja gemilang.
“Fokus kami tetap pada sinergi. Caranya, optimalisasi product holding, termasuk berinovasi melalui pengembangan pelayanan berbasis digital demi perolehan fee based income yang lebih baik,” tandas Yuddy Renaldi.
Satu bukti terkni, kata Yuddy Renaldi, bahwa pihaknya terus berinovasi yakni terbitnya Sustainability Bond bernilai Rp1 triliun beberapa waktu lalu.
Pihaknya, ujar dia, cukup terkejut karena terbitnya obligasi direspon publik secara antusias. Faktanya, sambung dia, obligasi tersebut mengalami oversubscribed sebesat 4,66 kali melebihi ekspektasi dan target awal.
Baca Juga: Nataru 2024-2025: Cikuray dan Papandayan Laris Manis, Volume Penumpangnya Belasan Ribu Orang
Inovasi lainnya, lanjut Yuddy Renaldi, pihaknya tampil sebagai pionir atas terbitnya Surat Berharga Perpetual berenominasi rupiah Rp1 triliun.
Kedua indumen investasi berupa surat berharga itu, jelas Yuddy, berfungsi sebagai Additional Tier 1 Capital. Manfaatnya, terang Yuddy, memperkuat struktur permodalan inti.
Kedua jenis surat berharga itu pun, sahutnya, menunjukkan bahwa publik semakin memercayai perbankan yang berkantor pusat di Jalan Naripan Bandung itu sebagai korporasi terpercaya.
Bicara soal pencapaian kinerja Yuddy Renaldi membeberkan, hingga triwulan III 2024, pihaknya memiliki aset yang semakin berlimpah. Nilai aset bertambah 17,11 persen secara tahunan atau menjadi Rp210 triliun.
Gemilangnya kinerja pun,tambah Yuddy Renaldi, terlihat pada penyaluran pembiayaan yang bernilai jumbo. Hingga September 2024, sebut Yuddy Renaldi, pihaknya menggelontorkan kredit dan pembiayaan bernilai Rp138 triliun atau bertambah 10,4 persen secara tahunan.
Akbarnya nilai pembiayaan itu, tukasnya, diimbangi oleh pergerakan positif rasio Non-Performing Loan (NPL). Hingga September 2024, posisi rasio NPL pada level 1,53 perseb.
Tidak itu saja, imbuhnya, hingga September 2024, pihaknya mengelola Dana Pihak Ketiga (DPK) yang nominalnya semakin masif.
“Total DPK yang kami kelola hingga triwulan III 2024 lebih banyak 17,1 persen secara tahunan. Posisinya menjadi Rp153,2 triliun,” kata dia.
Laba sebelum pajak konsolidasi tercatat sebesar Rp1,47 triliun, dan laba setelah pajak mencapai Rp1,16 triliun.
Melihat geliat bisnis yang positif itu, Yuddy Renaldi mencetuskan, pihaknya berkomitmen untuk tidak hanya pada sektor keuangan, tetapi juga memperkokoh dan menyempurnakan penerapan prinsip Environmental, Social, Governance (ESG).
Pada bisnis berkelanjutan, ungkap Yuddy Renaldi, pihaknya memiliki portofolio green financing yang mentereng, yakni Rp18,2 triliun.
Sasarannya, ucap dia, mayoritas adalah pasar berbasis lingkungan, termasuk sektor Usaha Mikro-Kecil-Menengah (UMKM). “Juga transportasi go green,” sebutnya. (win)
