ESATU.CO- BANDUNG, Berinvestasi adalah satu di antara sekian banyak cara agar kondisi keuangan tetap stabil sekaligus menambah penghasilan.
Ada beberapa instrumen investasi yang diterbitkan pemerintah sehingga bisa menjadi opsi para investor. Yang terbaru, pemerintah menerbitkan Savings Bond Retail seri SBR013.
Sebagai korporasi perbankan berbendera Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten Tbk (Perseroda) alias bank bjb, selama ini, pro-aktif memasarkan produk-produk investasi terbitan pemerintah, termasuk SBR013.
Widi Hartoto, Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb, menjelaskan, SBR 013 adalah instrumen investasi yang kompetitif dan bertenor menarik karena keuntungannya stabil serta berisiko relatif kecil.
“Jadi, SBR013 termasuk instrumen investasi yang andal,” kata Widi Hartoto dalam keterangan resminya.
SBR, terang Widi Hartoto, termasuk instrumen Surat Utang Negara (SUN) yang menyasar investor individu Warga Negara Indonesia (WNI) apda bursa pasar perdana.
SUN ini, lanjut dia, punya karakteristik spesial. Yakni, pada pasar sekunder, SBR013 bersifat non-tradable atau tidak bisa diperjualbelikan.
Baca Juga: Ini Keyakinan Pj Wali Kota Pada Brainstorming Digitalisasi Government.
Meski demikian, kata Widi Hartoto, SBR013 dilengkapi fasilitas early redemption alias pencairan lebih awal secara sebagian sebelum jatuh tempo. Jenis kuponnya pun berkarakteristik serta floating with floor atau bertingkat minimal.
Instrumen investasi ini, jelas Widi Hartoto terdiri atas dua opsi tenor. Yakni, ujar dia, SBR013T2 bertenor dua tahun dan berkupon Floating with Floor sebesar 6.45 persen.
Nominal pemesanan SBR013T2 tutur Widi Hartoto, yakni Rp1 juta dan maksimal Rp5 miliar.
Opsi kedua, sambung Widi Hartoto, yaitu SBR 013T4 yang tenor 4 tahun serta memiliki kupon Floating with Floor 6.60 persen. Nominal pemesanannya, imbuhnya, Rp1 juta dan maksimal Rp10 miliar.
Sedangkan nilai pemesanan penggabungan kedua tenorr itu, sahut Widi Hartoto, yakni Rp15 miliar.
Widi Hartoto mengemukakan, masa penawaran SBR013 yakni 10 Juni-4 Juli 2024.
“Peran aktif turut memasarkan SBR013 membuktikan bahwa kami berkomitmen mendukung berbagai program pemerintah. Selain itu juga termasuk upaya kami memperkuat literasi dan inklusi keuangan,” ucap Widi. (*)
