KESATU.CO – BANDUNG, Berstatus korporasi public service berbendera Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor ketenagalistrikan, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) memiliki peran besar dalam perekonomian. Yakni, pemenuhan kebutuhan energi listrik di seluruh wilayah tanah air
Prediksinya, pada periode Natal-Tahun Baru (Nataru) 2024-2025, kebutuhan energi listrik di Indonesia, khususnya Jabar, lebih banyak daripada kondisi normal.
Dalam keterangannya, Agung Murdifi, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jabar, mengemukakan prediksinya tentang terjadinya beban puncak selama periode Nataru 2024-2025
“Yakni sekitar 8.302 MW (Mega Watt). Meski besar, masyarakat tidak perlu risau karena kapasitas daya pasok kami sebesar 14.844 MW. Artinya, kami memiliki cadangan data pasok 6.542 MW,” tandas Agung Murdifi.
Khusus momen Natal 2024, lanjut dia, perkiraannya, momen terjadinya beban puncak yakni pada 25 Desember 2024, yaitu 6.927 MW. Sedangkan 1 Januari 2025, sambung Agung Murdifi, menjadi momen terjadinya beban puncak, yakni sebesar 7.104 MW.
Secara kumulatif, kata Agung Murdifi, kapasitas beban puncak, baik saat Natal 2024 maupun Tahun Baru 2025 tergolong besar, masyarakat tidak perlu risau.
Pasalnya, terang Agung Murdifi, pihaknya memiliki kapasitas daya pasok yang lebih jumbo. Yaitu, sebut dia, sebesar 14.844 MW.
Tidak hanya kapasitas daya besar, tuturnya, pihaknya pun tetap menyiapkan beragam upaya agar pemenuhan kebutuhan energi listrik selama Nataru 2024-2025 tetap andal.
Antara lain, ujarnya, membentuk dan mengaktifkan tim khusus, personel, termasuk menyiagaka berbagai perangkat serta peralatan pendukung.
Baca Juga: Lagi, Ada Perbankan yang Rontok, Totalnya Jadi 19 Bank, BPR Kencana Jadi yang Terbaru
Tim khusus Nataru 2024-2025, ungkap dia, berupa pengerahan 3.935 orang personel. Terdiri atas, ucap dia, sebanyak 132 orang personel Pekerjaan Dalam Keadan Bertegangan (PDKB), 3.437 orang personel pelayanan teknik (yantek), dan 366 orang personel untuk kebutuhan lain.
Bagaimana dengan perangkat, peralatan dan perlengkapan pendukung lainnya?
Agung Murdifi menyatakan, seluruh personel siaga dibekali peralatan lengkap. Di antaranya, 20 unit Uninterruptible Power Supply (UPS), 145 Unit Gardu Bergerak (UGB), 102 unit genset, 6 unit assessment kabel, 9 unit deteksi kabel, dan 9 Unit Kabel Bergerak (UKB).
Bahkan, sahutnya, pihaknya juga mengaktifkan perlengkapan mobilitas petugas, berupa 414 unit mobil, 74 unit motor, dan 17 unit crane.
Tidak itu saja, tambahnya, pihaknya pun mengaktifkan 318 posko untuk melayani berbagai kebutuhan masyarakat selama momen Nataru kali ini. (win)
