KESATU.CO – BANDUNG, Beberapa waktu lalu, pemerintah memutuskan untuk menyesuaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen. Rencana pemerintah, penerapan PPN 13 persen pada 2025.
Tidak tertutup kemungkinan, pemberlakuan dan penerapan PPN 12 persen berpengaruh pada kinerja berbagai sektor dan industri, termasuk otomotif.
Menanggapi hal itu, David Allister, Operation Manager PT Toyota Astra Finance (TAF) Area Jabar, , korporasi yang dinaungi PT Astra International Tbk Group, berpendapat, bagi sektor pembiayaan otomotif, penyesuaian PPN 12 persen bisa cukup berpengaruh pada perkembangan pasar, utamanya buying power segmen middle-end atau menengah-bawah.
Berlakunya PPN 12 persen, jelas David Allister, berpotensi membuat kalangan menengah-bawah mengubah atau menunda pemenuhan kebutuhan tersier, seperti membeli kendaraan.
“Kemungkinan besar, kalangan menengah-bawah lebih memprioritaskan pemenuhan kebutuhan primer,” tandas David Allister, pada sela-sela Community Day with GR Zone di Auto2000 Setiabudi, Jalan Setiabudi Bandung.
Setelah kebutuhan primer terpenuhi, lanjut David Allister, kalangan menengah-bawah bisa memenuhi kebutuhan sekundernya. Selanjutnya, kata dia, pemenuhan kebutuhan tersier. .
Karena itu, tuturnya, penyesuaian PPN 12 persen merupakan sebuah challenge yang tidak ringan. Agar tetap berkinerja positif, pihaknya menyusun sejumlah strategi dan berinovasi.
Baca Juga: Toyota Serius Garap Pasar Menengah Atas Kota Kembang, Community Day GR Zone Bentuknya
Akan tetapi, David Allister masih belum mengungkap strategi itu. “Kita lihat bagaimana perkembangannya,” kelit dia.
Pius Wiranata, Manager Auto2000 Setia Budi Bandung, selaku main dealer PT Toyota Astra Motor (TAM), Agen Pemegang Merek (APM) Toyota Motor Corporation, wilayah Jalan Setiabudi Bsndung dan sekitarnya, mengatakan, memang, penyesuaian PPN 12 persen bisa berpengaruh pada pasar otomotif.
Namun, imbuh Pius Wiranata, pihaknya sepakat dengan pernyataan David Allister, bahwa penerapan PPN 12 persen merupakan sebuah tantangan.
“Dampak penyesuaian PPN 12 persen, bisa saja ada. Tapi, bagi kami, ini (penyesuaian PPN 12 persen) adalah sebuah tantangan,” tegas Pius Wiranata.
Seperti halnya David Allister, Pius Wiranata menyatakan, demi tetap positifnya kinerja penjualan pada 2025, pihaknya pun menyiapkan sejumlah taktik dan siasat.
Caranya, kata dia, melalui berbagai program penjualan dan bagaimana caranya agar lebih dekat dengan konsumen.
“Yaa satu caranya, kami menggelar sejumlah event, termasuk Community Day with GR Zone,” tutup Pius Wiranata. (win)
