KESATU.CO – BANDUNG, Bergulirnya agenda global, yaitu Net Zero Emissions (NZE), yang dicanangkan pemerintah terealisasi pada 2060 menjadi dasar korporasi-korporasi mengembangkan produk go green, termasuk green energy.
Satu caranya, mengembangkan ekosistem Electric Vehicle (EV) alias kendaraan listrik. Adalah perusahaan berlabel Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor ketenagalistrikan, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) termasuk korporasi yangs serius menggarap pembentukan ekosistem kendaraan listrik.
Caranya, melalui penambahan fasilitas infrastruktur pendukung, seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai wilayah, termasuk Jabar.
Bagaimana perkembangannya?
Terungkap, ekosistem kendaraan listrik terus menunjukkan geliatnya. Satu indikatornya, volume penjualan dan transaksi SPKLU selama periode Natal-Tahun Baru (Nataru) 2024-2025.
Agung Murdifi, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jabar, menginformasikan, selama periode Nataru 2024-2025, yaitu 18 Desember 2024-7 Januari 2025, di Tatar Pasundan, transaksi pengisian saya pada SPKLU sangat menggembirakan.
“Selama periode Nataru 2024-2025, terjadi 10.932 transaksi pengisian daya pada SPKLU,” tandas Agung Murdifi.
Kapasitas daya yang tertransaksikan pada momen akhir tahun itu, tuturnya, sebanyak 255,35 Mega Watt-hour (MWh).
Secara tahunan, ungkap Agung Murdifi, transakai pengisian daya SPKLU pada Nataru 2024-2025 itu melejit hampir 400 persen. Pada Nataru 2023-2024, ungkap Agung Murdifi, transaksi pengisian daya SPKLU sebanyak 2.945 transaksi.
Melihat perkembangan positif itu Agung Murdifi semakin optimistis bahwa pembentukan ekosistem kendaraan listrik lebih terakselerasi.
Baca Juga: Pemkab Purwakarta Komitmen Sukseskan Program Ketahanan Pangan Nasional
Terlebih, tegasnya, pihaknya berkomitmen untuk terus memperbanyak aktivasi SPKLU, khususnya, di Bumi Parahyangan agar kebutuhan pengisian daya terpenuhi dan terlayani lebih prima.
Geliat transaksi pengisian daya SPKLU pada Nataru 2024-2025 direspon Pejabat (Pj) Gubernur Jabar, Bey Machmudin.
Dia berpendapat, bertambahnya frekuensi pengisian daya SPKLU menjadi indikator pengguna EV di Jabar bertambah.
“Kami sangat mendukung upaya-upaya PT PLN (Persero) yang aktif mempercepat terbentuknya ekosistem kendaraan listrik,” cetusnya.
Melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sahut Bey Machmudin, pihaknya ingin menjadi pionir pada proses transformasi dan transisi energi demi terealisasinya NZE 2060. (win)
