KESATU.CO – BANDUNG, Sebagai negara agraris, pemerintah berkeinginan kuat untuk mewujudkan swasembada pangan. Satu syaratnya, yakni menciptakan stabilitas dan ketahanan pangan.
Berkenaan dengan stabilitas dan ketahanan pangan nasional, khususnya komoditas beras, tahun ini, pemerintah menginstruksikan korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor pangan, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) supaya menyerap beras petani domestik sebanyak 3 juta ton.
Lalu, berapa banyak stok beras nasional yang kini dikelola Perum Bulog?
Dalam Rapat Koordinasi (rakor) Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jelang HBKN 2025, terungkap, hingga 11 Februari 2025, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 1,78 juta ton. Volume CBP itu belum termasuk stok beras komersial, yang volumenya 124,361 ton.
Artinya, secara total, stok beras yang kini dikelola Perum Bulog hampir 2 juta ton atau sekitar 1,9 juta ton.
“Stok beras nasional yang dikelola Perum Bulog berpotensi bertambah. Itu karena pemerintah menugaskan Perum Bulog menyerap 3 juta ton beras petani pada tahun ini,” tandas Arief Prasetyo Adi, Kepala Badan Panganan Nasional (Bapanas).
Pihaknya, lanjut Arief Prasetyo Adi, optimistis Perum Bulog bisa merealisasikan target penyerapan beras petani domestik yang ditugaskan pemerintah .
Dasar optimisme, ujar Arief Prasetyo Adi, pemerintah mengintervensi skema penyerapan beras.
Yakni, jelasnya, menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk penyerapan beras atau gabah setara beras petani domestik yang diserap Perum Bulog bagaimana pun kualitasnya, bernilai Rp6.500 per kilo gram.
Adanya intervensi pemerintah, lanjutnya, pihaknya mengestimasi volume stok beras nasional tahun ini berada pada level 2,5-3 juta ton.
Bicara tentang beras SPHP, Arief Prasetyo Adi menginformasikan, hingga Februari 2025, volume penyalurannya sebanyak 100.940 ton.
Sebanyak 20 ton, tambahnya, merupakan penyaluran beras tanggap darurat plus Bantuan Pangan Tahap I 2025. Jadi, tegas dia, secara total, volume penyaluran beras hingga Februari tahun ini yaitu 100.960 ton.
“Khusus pengadaan beras domestik, tlvolumr totalnya 33.027 ton. Terdiri atas 30.178 ton CBP dan 2.849 ton beras komersial,” tutup Arief Prasetyo Adi. (win/*)
