KESATU.CO – BANDUNG, Menjalin kolaborasi dan sinergi kerap menjadi senjata dan strategi yang diterapkan setiap korporasi serta industri. Tujuannya, demi terciptanya performa dan kinerja mentereng.
Berkenaan dengan kolaborasi, beberapa waktu lalu, mencuat sebuah rencana sinergi dua industri dan produsen otomotif raksasa Jepang, Honda Motor Company dan Nissan Motor Corporation.
Seperti apa perkembangannya?
Kabarnya, rencana sinergi Honda Motor Company dan Nissan Motor Corporation kandas. Penyebabnya, kedua kubu tidak menyepakati struktur organisasi dan manajerial.
Dalam pembahasan, kabarnya, Honda Motor Company mengajukan ide dan usul. Yakni, menempatkan Nissan Motor Corporation sebagai anak usahanya.
Honda Motor Company beralasan, menjadikan Nissan Motor Corporation sebagai anak usaha agar mempercepat penetapan dan penentuan sebuah keputusan.
Sebaliknya, Nissan Motor Corporation bersikukuh pada keinginannya. Yakni, membentuk sebuah holding company alias perusahaan induk.
Melansir Kyodo, Toshihiro Mibe, Chief Executive Officer (CEO) Honda Motor Company, menduga, Nissan Motor Corporation berkeberatan menerima usul jajarannya untuk menjadi anak usaha.
Baca Juga: Kisah Sukses Ethnic Gendhis yang Dibina BRI, Batik Modern ala Milenial dan Gen Z
Toshihiro Mibe menjelaskan alasan dan dasar keinginan pihaknya menjadikan Nissan Motor Corporation sebagai anak usahanya. Dia berpendapat, pembentukan holding company bisa membuat sebuah keputusan tertunda.
Terundanya sebuah keputusan, terutama ketika berada dalam situasi dan kondisi sulit, lanjut dia, bisa memengaruhi kinerja.
Toshihiro Mibe menampik dugaan adanya upaya pemaksaan di balik rencana akuisisi Nissan Motor Corporation. “Isu dugaan unsur pemaksaan adalah kabar yang tidak benar,” tegasnya.
Makoto Uchida, CEO Nissan Motor Corporation, punya alasan mengapa jajarannya menolak usul Honda Motor Company.
Makoto Uchida pesimistis tentang adanya garansi tentang otoritas jajarannya apabila berstatus anak usaha Honda Motor Company.
Meski rencana sinergi dengan Honda Motor Company kandas, lanjutnya, pihaknya tetap menjajaki opsi kerja sama dengan produsen otomotif senegaranya itu dalam bentuk dan area lain.
Selain itu, tuturnya, pihaknya juga tetap mencari dan membuka peluang kemitraan dengan produsen otomotif lainnya. (win/*)
