KESATU.CO – BANDUNG, Sejatinya, banyak permasalahan dan persoalan di negeri ini yang belum tertuntaskan. Satu di antaranya adalah persampahan.
Tentunya, persoalan sampah membuat banyak kalangan, tidak terkecuali akademisi, tergerak untuk turut pro-aktif menanganinya. Adalah Telkom University satu di antaranya.
Lalu, seperti apa cara Telkom University turut menangani persampahan?
Agar persoalan persampahan lebih tertangani, Fakultas Teknik Elektro Telkom University dan Fakultas Rekayasa Industri Telkom University terus berinovasi. Bentuknya, berupa mesin pencacah sampah berbasis teknologi bio composer.
Supaya lebih bernilai tambah dan bermanfaat,, melalui program Pengabdian Masyarakat, kedua fakultas Telkom University tersebut menghibahkan mesin pencacah sampah berteknologi bio-composer itu kepada masyarakat Desa Warnasari, Pangalengan Kabupaten Bandung.
Baca Juga: Wow, Kredit Macet Pindar Bernilai Jumbo, Angkanya Lampaui Rp2 Triliun, Ini Komentar OJK
Dudi Darmawan, dosen Fakultas Teknik Elektro Telkom University, menyampaikan, penyerahan bantuan mesin pencacah sampah itu membuktikan komitmen jajarannya demi tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) secara lebih terakselerasi.
Mesin pencacah sampah tersebut, lanjut Dudi Darmawan, tidak hanya sebagai fasilitas untuk mengatasi persoalan lingkungan akibat persoalan sampah, memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Pasalnya, jelas dia, mesin pengolahan sampah ini mampu mengubah sampah organik menjadi kompos yang tentunya bernilai tambah bagi masyarakat. (win/*)
