KESATU.CO – BANDUNG, Setelah dilantik Presiden Republik Indonesia kedelapan Prabowo Subianto, dan menahkodai tatar Pasundan, Gubernur Jabar 2024-2029, Dedi Mulyadi, siap menggebrak. Satu di antaranya, mengaktivasi beberapa jalur kereta yang puluhan tahun mati suri
Aktivasi sejumlah jalur kereta itu merupakan tindak lanjut mantan Bupati Purwakarta itu untuk memperbaiki dan menyempurnakan tata ruang Bumi Parahyangan, utamanya dalam hal infrastruktur.
Untuk merealisasikan rencananya mengaktifkan jalur-jalur kereta itu, Dedi Mulyadi punya modal yang cukup berlimpah.
Saat bertemu dan berdialog dengan Bina Marga Bidang Tata Ruang dan Dinas Tata Ruang Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar, Dedi Mulyadi menerima informasi bahwa ada anggaran tata ruang bernilai jumbo bernilai Rp5 triliun.
Pemanfaatannya, antara lain untuk restrukturisasi atau perbaikan ruas jalan provinsi. Nominal anggarannya Rp1 triliun.
Sedangkan anggaran bernominal Rp4 triliun, rencananya, pemanfaatannya adalah mengaktivasi jakur-jalur kereta yang puluhan tahun mati suri.
Tidak aktifnya jalur-jalur kereta tersebut sangat disesalkan KDM alias Kang Dedi Mulyadi, sapaan Sang Gubernur Jabar.
KDM berpendapat bahwa kereta merupakan moda transportasi paling efektif dan efisien. Alasannya, selain lebih menggeliatkan mobilitas barang dan orang, pembangunan jalur kereta juga lebih hemat karena tidak perlu melakukan pembebasan lahan secara masif, seperti halnya pembangunan jalan Tax On Location (TOL).
Baca Juga: Hari Peduli Sampah Nasional 2025, BRI Edukasi Masyarakat Jaga Lingkungan
Secara keekonomian, KDM menilai biaya akomodasi kereta lebih efisien daripada moda transportasi jalur darat lainnya.
Akan tetapi, KDM belum mengungkap jalur-jalur kereta mana saja yang pihaknya rencanakan reaktivasi tersebut secara detil dan gamblang.
Berdasarkan data PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, ada beberapa jalur di wilayah Jabar yang lama mati suri.
Berikut ini daftar jalur-jalur kereta di Jabar yang lama mati suri
1. Bandung-Banjaran-Soreang-Ciwidey
2. Padalarang-Cipatat
3. Banjar-Pangandaran-Cijulang
4. Garut-Cikajang
5. Rancaekek-Tanjungsari. (win/*)
