KESATU.CO – Program makan bergizi gratis (MBG)yang dicanangkan pemerintah mendapatkan sambutan positif dari berbagai pihak, termasuk Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) Jawa Barat.
Inisiatif ini dinilai sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak sekolah dan masyarakat berpenghasilan rendah.
APJI Jawa Barat menyatakan dukungannya terhadap program ini karena sejalan dengan visi mereka dalam menghadirkan layanan pangan berkualitas dan berstandar tinggi.
Selain itu, APJI Jawa Barat berharap program ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan industri kuliner lokal serta membuka peluang kerja bagi tenaga di sektor jasa boga.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha kuliner, diharapkan implementasi program ini dapat berjalan optimal, memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat, serta menjadi model kebijakan berkelanjutan dalam upaya memperbaiki status gizi nasional.
“Kami mengelola pelatihan saat ini untuk Kepala SPPG ( Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi), pengajar tenaga di dapur nanti tujuannya menindaklanjuti program yang dicanangkan oleh pemerintah yaitu program makan gizi gratis (MBG) Dimana program MBG ini tentunya sebelum kita menyentuh dapur, harus ada yang tahu perihal penyajian makanannya, minumnya, kebersihan makanan dan minuman, kesehatannya, dan hal rawan celaka apa yang bisa terjadi di dapur itu,” jelas Cahaya Ningsih Tedjawisastra, S.H., M.Kn,yang akrab dipanggil Teh Oca, Ketua APJI DPD Jawa Barat, Rabu (26/02/2025).
“Pengetahuan yang dimiliki di atas berguna untuk menghindari keracunan makanan, makanan basi, hal-hal itu merupakan turunan pengetahuan ke bawahnya. Sementara, selain hal tadi, ada juga penunjukan untuk Kepala SPPG ( Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) nanti di lapangan yang ditunjuk untuk mengajar yang nantinya menangani di dapur agar bisa mengelola makanan dan minuman dengan baik dan benar supaya terhindar dari makanan yang basi dan keracunan tersebut,” ulas Oca.
Oca memaparkan program yang dijalankan oleh APJI DPD Jawa Barat ini berkesinambungan dengan pemerintah dan untuk program MBG ini, Kemenhan telah bekerja sama dengan APJI dan menunjuk APJI DPD Jabar untuk menjalankan TOT dan Managemen Catering.
Ia menuturkan bahwa TOT atau Training of Trainer yang sekarang di adakan itu khusus kepala dapurnya dan mereka juga harus mengetahui seperti apa managemen catering tersebut.
Baca Juga: Presiden Prabowo Resmikan Bank Emas Pegadaian, BRI Group Optimistis Perkuat Ekonomi Nasional
Ketua APJI Jabar menjelaskan bahwa pelatihan selama tiga hari ini bertemakan,”BANGKIT DAN BERKOLABORASI MENUJU JABAR ISTIMEWA SERTA BERDAYA SAING” diperuntukkan bagi peserta yang nantinya akan diterjunkan pada bulan Juni-Juli 2025 sebagai pengajar Sebagian siswa dari 12.000 siswa se-Jawa Barat. Bila ini terealisasi, maka kebutuhan untuk pengajar melalui TOT tadi sebetulnya adalah sebanyak 400-an pengajar.
“Dengan sebanyak itu siswa, entah apakah itu sesuai dengan kapasitas kita atau entah nanti jumlah sebanyak itu akan dialokasikan ke daerah lain seperti Jateng/Jatim. Tetapi, sampai saat ini, peserta yang nanti akan diajar informasinya adalah sebanyak 12.000 an,” tukas Oca. “Adapun lama waktu pelatihan untuk calon pengajar kali ini adalah selama 3 hari. 2 hari untuk mendapatkan pengajaran perihal managemen catering, belajar bagaimana mengkreasikan dapur sedemikian rupa supaya bisa menghasilkan satu menu yang bersih, sehat dan terhindar dari bahaya seperti yang telah diterangkan,” imbuh Oca.
Oca menerangkan dengan lamanya waktu 3 hari dinilai cukup untuk memberikan pelatihan managemen catering kepada peserta dan 1 harinya untuk TOT-nya.
“Kebanyakan peserta yang ikut sekarang ada dari APJI Jabar yang kebanyakan adalah pelaku usaha catering dan selain itu ada juga rekanan kami yang bergabung, mereka ada yang berasal dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dan ada juga yang dari Sekolah Tinggi Pariwisata NHI Bandung, UNISBA, dan lainnya. Artinya, mereka yang jadi peserta adalah para dosen-dosen yang sudah terbiasa mengajar kepada mahasiswa,” pungkas Oca.
Herman Bija, ST, M.Si, Kepala BBPVP Bandung merasa senang dengan kegiatan yang dilakukan APJI DPD Jabar ini karena program pelatihan yang diadakan selain mendukung program pemerintah, juga menumbuhkembangkan keahlian dari peserta menjadi TOT yang baik.
“Saya merasa bahwa apa yang dilakukan oleh teman-teman di APJI ini bekerja sama, berkolbarasi dengan kami itu merupakan satu bagian dari rangkaian kebijakan yang sudah diamanatkan oleh pemerintah kita. Bahwa, perihal peningkatan gizi dan juga higienis bagi penanganan pakan, itu merupakan hal yang wajib dan harus ditindaklanjuti oleh semua pihak, baik itu pemerintah pusat, daerah juga para pelaku usaha, dan masyarakat itu sendiri,” ujar Herman menambahkan.
“Jadi, dengan adanya kegiatan ini yang bertema, TOT Untuk Food Safety dan Higienis yang nantinya diharapkan melalui kebijakan pemerintah ini, tentunya ini ditujukan untuk mempersiapkan sumber daya manusia kita ke depannya benar-benar diisi oleh mereka yang punya kemampuan dan daya saing yang bagus,” pungkas Herman menutup pembicaraan.
