KESATUCO – Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana mengatakan, pembangunan Kota Sukabumi haruslah memiliki arah yang jelas dan selaras dengan visi dan misi kepala daerah. Oleh karena itu, pada kesempatan ini membahas strategi dan program kerja yang dirancang untuk mewujudkan masyarakat Kota Sukabumi yang Inovatif, Mandiri, Agamis, dan Nasionalis (IMAN).
“Sebagai dasar pembangunan, Kota Sukabumi memiliki visi besar, yaitu mewujudkan masyarakat yang Inovatif, Mandiri, Agamis, dan Nasionalis (IMAN),” ujarnya saat Rapat Koordinasi Pemerintah Daerah Kota Sukabumi, di Ruang Pertemuan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Kamis, 6 Maret 2025.
Untuk mencapai visi ini, ditetapkan beberapa misi utama yakni mengembangkan ekonomi kreatif sebagai penggerak ekonomi daerah, memperkuat nilai persatuan melalui toleransi dan keberagaman, mengamalkan nilai agama, sosial, dan budaya, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, dan mengembangkan sumber daya manusia dan keterampilan berbasis vokasi.
Baca Juga: Fokus Pada Ekonomi Kreatif, Begini Strategi Pemkot Sukabumi
Misi ini lanjut Bobby, menjadi landasan dalam menyusun berbagai program pembangunan daerah. Untuk mewujudkan visi dan misi Kota Sukabumi, pemerintah telah menyusun 11 program kerja strategis.
Dana Bergulir (Dana Abadi). Dana bergulir untuk mendukung usaha berbasis komunitas di tingkat RT. Berikutnya, Insentif Marbot, Guru Ngaji, RW, RT, Linmas, Karang Taruna, pemberian apresiasi kepada tokoh agama di setiap RT, RW, PKK, Linmas, dan Karang Taruna yang berkontribusi dalam pembangunan sosial.
“Posyandu Ayeuna. Alokasi dana Rp 500 ribu per bulan untuk mendukung layanan kesehatan ibu dan anak di setiap posyandu. Ke empat, Beasiswa Sarjana, Memberikan beasiswa Pendidikan tinggi kepada satu anggota dari setiap keluarga yang kurang mampu di Kota Sukabumi,” ucapnya.
Baca Juga: KPK Selidiki BJB, Dedi Mulyadi Tak Akan Halangi Penyidikan
Tujuan utamanya adalah memastikan setiap keluarga memiliki minimal satu sarjana yang dapat meningkatkan taraf hidup keluarga tersebut serta berkontribusi pada pembangunan masyarakat.
Peningkatan Puskesmas (Layanan Puskesmas Gratis). Program Puskesmas Gratis adalah inisiatif layanan kesehatan di Kota Sukabumi yang memastikan seluruh masyarakat mendapatkan akses kesehatan dasar secara gratis di setiap puskesmas.
Program ini mencakup Pelayanan Kesehatan Dasar, Layanan Kesehatan Ibu dan Anak, Penyuluhan dan Edukasi Kesehatan dan Obat-Obatan Dasar.
Baca Juga: Tak Diganggu Danatara, Ini Alasan Dana Nasabah di Bank BUMN Tetap Aman
“Layanan Ambulance Jenazah. Untuk meningkatkan respons darurat medis dengan menyediakan setidaknya 1 ambulans di setiap puskesmas yang siap siaga 24 jam. Ambulance ini nantinya akan menangani keadaan darurat medis dan evakuasi pasien, rujukan ke rumah sakit, pasien darurat, setiap ambulance dilengkapi dengan peralatan medis dasar untuk penanganan pertama dan pertolongan darurat,” ungkapnya.
Ngobrol Happy Bareng Wali Kota (NGOPI). Forum rutin antara wali kota dan masyarakat untuk mendengar aspirasi secara langsung. Ke delapan, Menata Kebaikan Tech. Platform digital berbasis vlog untuk mempromosikan UMKM dan pariwisata Kota Sukabumi.
Sukabumi Menyala (Layanan Publik Terintegrasi). Integrasi layanan publik secara digital dan fisik untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi. Infrastruktur Ayeuna (Stadion Bertaraf Nasional dan Infrastruktur Publik lain).
“Program Pembangunan Stadion Bertaraf Nasional adalah inisiatif ambisius untuk membangun stadion olahraga modern di Kota Sukabumi yang memenuhi standar nasional. Stadion ini akan dilengkapi dengan fasilitas lengkap seperti lapangan berstandar nasional, tribun penonton yang nyaman, ruang ganti atlet, pusat media, dan area VIP, area jogging track dan masih banyak lagi,” terangnya.
Baca Juga: Dirut Bank BJB Yuddy Renaldi Mengundurkan Diri, Ini Kata Dedi Mulyadi
Pendidikan Vokasi Melalui Optimalisasi BLK. Pelatihan keterampilan bagi tenaga kerja agar lebih siap bersaing di dunia industri. Selanjutnya, Pemuda Berdaya, Mengalokasikan 1% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi untuk mendukung dan memajukan organisasi kepemudaan dan keolahragaan.
“Program lainnya, Pusat Konseling Keluarga Ayeuna, Menyediakan dukungan psikologis dan sosial bagi ibu dan anak dan Sukabumi Kota Wakaf yakni Pengelolaan aset wakaf untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya
