KESATU.CO – BANDUNG, Terbukti bahwa hal-hal mengejutkan dan tanpa terprediksi bisa terjadi kapan dan di mana pun, serta dialami siapa saja.
Adalah korporasi perbankan berlabel Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten Tbk (Perseroda) alias bank bjb contoh terbarunya.
Belum lama ini, secara mengejutkan, Yuddy Renaldi memutuskan untuk lengser dan meletakkan jabatannya sebagai Direktur Utama bank bjb.
Sosok yang menakhodai bank bjb sejak 2019 itu, secara resmi, mengajukan surat resign dan diterima manajamen perbankan yang bermarkas di Jalan Naripan Bandung tersebut pada 4 Maret 2025.
Kabar mengejutkan itu diketahui Dedi Mulyadi, Gubernur Jabar. Namun, KDM alias Kang Dedi Mulyadi, sapaan akrab suksesor Ridwan Kamil ini, menuturkan, kabar tentang lengsernya Yuddy Renaldi pihaknya ketahui setelah pihaknya informasi yang disampaikan Komisaris bank bjb.
Sayangnya, KDM mengaku tidak mengetahui faktor dan alasan yang membuat Yuddy Renaldi mengakhiri perannya sebagai pucuk pimpinan bank bjb.
Mantan Bupati Purwakarta tersebut juga tidak tahu apakah lengsernya Yuddy Mulyadi berkaitan dengan dugaan korupsi dana periklanan yang kini ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Meski demikian, KDM menilai bahwa putusan Yuddy Renaldi untuk meletakkan jabatannya sebagai Direktur Utama bank bjb merupakan hal positif.
Dia berpendapat, putusan Yuddy Renaldi untuk tidak lagi menjabat Direktur Utama bank bjb bersifat personal, bukan secara lembaga. Sedangkan bank bjb adalah sebuah lembaga yang notabene adalah milik publik Jabar.
Mengomentari pemeriksaan dan penyidikan KPK tentang dugaan korupsi periklanan, KDM mengatakan, pihaknya menghargai dan menyerahkan segala sesuatunya pada proses hukum.
Baca Juga: Banjir Terjang Jabar, PLN Ikut Turun Tangan, Caranya: Salurkan Bantuan dan Pulihkan Pasokan Listrik
KDM menegaskan, apa yang dialami bank bjb saat ini tidak memengaruhi sistem pelayanan dan operasional Bank Pembangunan Daerah (BPD) terakbar di Bumi Nusantara itu.
Ayi Subarna, Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb, mengiyakan putusan Yuddy Renaldi untuk meletakkan jabatannya sebagai direktur utama perbankan pelat merah itu.
Ayi Subarna mengatakan, pihaknya menerima surat pengajuan peletakan jabatan pria kelahiran Bogor berusia 61 tahun itu sebagai orang nomor satu bank bjb pada 4 Maret 2025.
Soal penyebab atau latar belakang lengsernya Yuddy Renaldi, Ayi Subarna mengungkapkan, pertimbangan pribadi menjadi alasan alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti Jakarta 1990 tersebut.
Pihaknya, kata Ayi Subarna, menetapkan putusan lengsernya Yuddy Renaldi saat bergulirnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku (RUPST TB) 2024.
Pada RUPST TB 2024 itu pula, sahut Ayi Subarna, pihaknya memilih dan menetapkan sosok yang menjadi suksesor Yuddy Renaldi. (win/*)
