KESATU.CO – Film yang digarap sepenuhnya oleh siswa dari kelas 11 dan Sebagian kelas 10 di SMK Al Wafa ini tidak hanya menjadi media pembelajaran, tetapi juga ajang pembuktian bahwa kreativitas anak bangsa mampu bersaing di industri perfilman nasional.
Dengan bimbingan para guru dan praktisi profesional, siswa belajar dari nol—mulai dari penulisan naskah, produksi, hingga strategi pemasaran film. Peluncuran film ini menjadi tonggak penting dalam implementasi Kurikulum Merdeka, di mana siswa diberikan kebebasan untuk mengeksplorasi minat dan bakatnya secara lebih nyata.
Kepala Sekolah SMK Al Wafa, apt, Hj. Tintin Hermawati, S.Si, Gr., menyampaikan bahwa pencapaian ini atas kerja sama dengan PT Chlorine Digital Media, diharapkan dapat diterima oleh masyarakat. “Jadi, sebetulnya untuk spectrum konsentrasi produksi film itu kita baru masuk pada saat kurikulum Merdeka. Hasil produk film ini sudah masuk kurikulum ketiga karena sebelumnya kita kompetensi keahlian multimedia” ujarnya, Rabu (19/03/2025).
“Akan tetapi, karena kurikulum Merdeka, ada perubahan spectrum sehingga muncullah konsentrasi pemilihan apakah mau memilih perfilman, atau animasi atau ke arah Desain Komunikasi Visual,” ulas Tintin.
Tintin mengutarakan mengapa SMK Al Wafa akhirnya lebih memilih ke perfilman karena sumber daya manusia yang dimiliki berkompetensi di perfilman, lalu dukungan keindahan alam daerah Ciwidey yang sangat luar biasa jadi salah satu aspek pemilihan.
Kepala Sekolah SMK Al Wafa ini pun mengutarakan bahwa di tahun ke belakang, tepatnya tahun 2018 hingga 2020, SMK Al Wafa mampu menjadi juara perfilman tingkat Asia Tenggara. Dan perolehan prestasi ini bahkan saat SMK belum mengambil penjurusan di produksi perfilman seperti sekarang, masih di multi media.
Baca Juga: Asosiasi Chef Indonesia Bagikan 1.000 Porsi Nasi Kebuli dan Bryni di Gerlong
“Tetapi, kita sangat menyukai sekali muatan local perihal perfilman tersebut dan disuport penuh oleh pihak Yayasan. Saya pun harus bersikap adil, walau latar belakang saya berada di Kesehatan, saya harus mengulik apa dunianya perfilman tersebut. Alhasil, saya pun enjoy berada di dunia perfilman ini, “ seru Tintin.
“Sebetulnya, anak-anak binaan SMK Al Wafa ini memiliki kekuatan potensinya di belakang layar. Para kru, pembuat naskah, dan alhamdulilah selama dua tahun ini kami telah membuat kerja sama dengan PT Chlorine Digital Media, Pak Hardy sehingga bisa menembus karya filmnya ke layar lebar,” kata Tintin.
Ia menjelaskan tentu berbeda pembuatan produksi film untuk layar lebar dan layar pendek sementara yang sudah dilakukan produksi film selama ini tuh secara mandiri adalah produksi film layar pendek, iklan layanan masyarakat, iklan tourism.
Namun, saat bergabung dengan pembinaan untuk industry, bersyukur karya film SMK Al Wafa ini bisa tembus ke layar lebar. Dan keberhasilan ini dilakukan atas kerja sama link and match dengan yang lain, seperti PT Chlorine Digital Media salah satunya.
Dan, inilah yang dibutuhkan oleh SMK Dimana kehadiran mereka jika ingin maju dan berkembang, salah satunya adalah melakukan link and match dengan mitra yang tepat.
“Saya mencoba berkoordinasi dengan beberapa industry dan alhamdulilah kerja sama dengan PT Chlorine ini berasa banget kemajuannya. Mulai dari kehadiran para guru digital ke sekolah, lalu para guru dan siswa SMK Al Wafa magang di sana hingga sampai ke informasi penyerapan tenaga kerja pun dilakukan dan ini merupakan proyek ke-2 untuk film layar lebarnya. Kerja sama Bersama PT Chlorine benar-benar berdampak positif bagi kami,” pungkas Kepala Sekolah SMK Al Wafa ini.
