KESATUCO – Puluhan hoaks tercatat Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Sukabumi selama kurun waktu Januari-Februari 2025. Berdasarkan hasil klarifikasi dinas tersebut, hoaks atau berita bohong paling banyak di Februari 2025 yang mencapai 14.
“Kami mencatat ada 25 kasus hoaks yang telah diklarifikasi. Hasilnya, ada 11 hoaks ditemukan pada Januari dan 14 di Februari,” ujar Pranata Humas Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Kota Sukabumi, Riksan Satya Prawira.
Menurutnya, hoaks yang menyebar tersebut beranekaragam. Hal itu seperti 8 hoaks bersifat lokal, termasuk 7 kasus penipuan melalui WhatsApp yang mengatasnamakan camat dan 1 hoaks terkait video pocong di Cikundul.
“Atas semua itu, kami telah mengupayakan berbagai cara untuk memutuskan penyebaran berita bohon tersebut. Termasuk menayangkan informasi cek fakta berdasarkan keterangan dari narasumber yang berwenang,” ucapnya.
Namun tak sampai di situ saja, Diskominfo Kota Sukabumi pun menggencarkan gerakan literasi digital kepada masyarakat. Hal itu sebagai upaya mengatasi penyebaraan hoaks di masyarakat.
“Langkah ini sangat perlu diambil untuk meningkatkan kewaspadaan akan bahaya berita bohong dan mengajarkan cara memilah informasi yang benar,” ungkapnya.
Selain itu, dirinya pun mengimbau masyarakat untuk bijaksana dalam menyikapi informasi yang beredar di media digital. Hal itu dapat dilakukan dengan mencari kebenaran informasi telebih dahulu sebelum mencerna setiap informasi yang diterima.
“Beberapa langkah preventif yang bisa dilakukan seperti memeriksa sumber berita, tidak terpancing judul provokatif, memastikan kredibilitas sumber, dan tidak menyebarluaskan informasi tanpa verifikasi,” terangnya.
Di sisi lain, dirinya pun akan terus menangkap hoaks. Terumata yang menyangkut Pemerintah Kota Sukabumi dan isu-isu yang berpotensi meresahkan masyarakat.
“Kami akan terus mengcounter kabar bohong yang beredar di Kota Sukabumi. Semua itu agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan terpercaya,” pungkasnya.
