KESATUCO – Federasi Serikat Buruh Kimia, Industri umum, Farmasi dan Kesehatan, Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FSB KIKES KSBSI) Sukabumi Raya sampaikan sejumlah curhatan kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi.
Curhatan tersebut mereka sampaikan di momen Hari Buruh Internasional yang digelar di Pusbangdai Cikembang, Kecamatan Cikembar, , Kamis, 1 Mei 2025.
Ketua FSB KIKES KSBSI Sukabumi Raya, Nendar Supriatna, mengatakan perayaan hari buruh internasional di Kabupaten Sukabumi dilakukan dengan cara berbeda. Hal itu dengan adanya ruang untuk curhat dengan pemangku kepentingan.
“Terima kasih kami diberi ruang untuk curhat dan tidak perlu panas-panasan. Namun semua ini tidak menghilangkan nilai perjuangan gerakan buruh,” ujarnya, Kamis, 1 Mei 2025.
Melalui hal ini, semua pihak bisa duduk bareng dan mendengarkan berbagai curhatan para buruh.
“Ini alasan Sukabumi bertahun-tahun selalu kondusif,” ucapnya.
Baca Juga: BRI Catatkan Laba Rp13,8 Triliun di Tengah Tekanan Ekonomi Global
Dalam curhatan tersebut, dirinya menyampaikan sejumlah keluhan para buruh. Terutama mengenai pelayanan kesshatan, akses jalan, aktifasi tripartit, hingga dampak perang dagang Amerika-China.
“Kami ingin layanan kesehatan yang lebih baik hingga tripartit diaktifkan kembali,” ungkapnya.
Terkait sejumlah curhatan tersebut, dirinya menyampaikan ssjumlah alternatif yang bisa menjadi solusi. Sehingga, dirinya tidak sekadar curhat saja.
Baca Juga: Erwin Minta Mahasiswa Manfaatkan IA dengan Bijak
“Setiap ada persoalan, kita selalu menyediakan alternatif solusi. Kami pun tidak tinggal diam, aspirasi akan terus dikawal,” bebernya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sukabumi Andreas mengatakan, sejumlah curhatan para buruh sudah diterimanya. Semua curhatan tersebut akan dibahas lebih teknis.
“Semua curhatan para burub sudah kami terima, selanjutkan akan kami bahas secara teknis,” terangnya.
Dari layanan kesehatan yang menjadi curhatan para buruh misalnya, dirinya sedang menyiapkan pelayanan yang mudah bagi masyarakat. Terutama di Puskesmas.
Baca Juga: Bank BJB Memang Perkasa, Kekayaannya Semakin Banyak,Aset dan Labanya Bertambah, Berapa Nominalnya?
“Kami sedang berusaha agar masyarakat dilayani gratis saat mendapatkan layanan dasar. Jadi cukup dengan menunjukan KTP Kabupaten Sukabumi. Itu sedang kami usahakan,” bebernya.
Berkaitan tripartit, dirinya akan mencoba menghidupkan kembali. Pasalnya, hal itu sebagai wadah untuk menengahi buruh, pemerintah, dan prngusaha.
“Akan kita coba hidupkan kembali (tripartit),” tegasnya.
Namun di sisi lain, dirinya mengajak masyarakat untuk mendukungnya dalam meningkatkan pendapatan asli daerah. Salah satunya dengan menarik investor agar mau berusaha di Sukabumi.
“Mari untuk tidak memberikan ruang kepada yang mempersulit investasi. Dari investasi yang masuk bisa membantu PAD dan menyerap tenaga kerja. Sehingga masyarakat Sukabumi bisa sejahtera,” pungkasnya.
