KESATU.CO, PURWAKARTA – Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Saepul Bahri Binzein memastikan akan membuka gelombang kedua program pendidikan berkarakter di barak militer Resimen Armed 1/Sthira Yudha.
Rencanannya, kata Om Zein, sapaan populer Bupati Purwakarta itu, gelombang kedua program pendidikan karakter akan dimulai usai Hari Raya Idul Adha 1446 H.
Untuk progam kedua ini recanannya bukan hanya menyasar siswa SMP saja. Siswa MTS atau sekolah swasta juga akan diikut sertakan. Hal tersebut menyusul tingginya permintaan dari orang tua dan masyarakat.
Baca Juga: Satpol PP Kota Bandung Gelar Sidang Tipiring, 38 Pelanggar Minol dan Asusila Dapat Efek Jera
Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, menyampaikan bahwa hingga saat ini, jumlah pendaftar sudah mencapai 30 hingga 50 siswa. Namun, seluruh pendaftar akan melalui tahap verifikasi ketat terlebih dahulu.
“Yang mendaftarkan rata-rata orang tuanya, jadi kami akan verifikasi dulu. Kita tanya ke sekolah, apakah masih sanggup membina? Kalau sekolah masih sanggup, ya selesaikan di sekolah. Kalau orang tua masih mampu membina, ya selesaikan di rumah. Tapi kalau kedua-duanya menyatakan tidak sanggup, baru kita kirim ke psikolog untuk konseling lebih lanjut,” kata Om Zein, pada Kamis 29 Mei 2025.
Baca Juga: Erwin Raih Gelar Doktor, Siap Persembahkan Ilmu untuk Kota Bandung
Psikolog dari Dinas Kesehatan (Dinkes) dan guru BK, kata dia, akan dilibatkan dalam proses ini tanpa honor tambahan, karena sudah menjadi bagian dari tugas mereka sebagai ASN.
Dia menegaskan bahwa pembinaan dilakukan dengan pendekatan ramah anak. Ukuran keberhasilan program ini, kata dia, bukan sekadar tidak adanya komplain ke lembaga seperti KPAI, tetapi lebih pada adanya perubahan perilaku positif dari para siswa.
“Perubahan-perubahan sederhana seperti anak yang dulunya tidak disiplin, sekarang jadi bangun pagi, ikut kegiatan, bahkan diminta bantu melatih PBB di desanya, itu sudah luar biasa. Kita lihat anak yang sebelumnya minder, frustasi, sekarang penuh percaya diri,” ucapnya.
Baca Juga: Jajaki Kolaborasi Strategis, Pemkot Bandung Sambut Hangat Kunjungan Dubes Hungaria
Untuk gelombang kedua ini, tambah Om Zein, memastikan kuota peserta tidak akan melebihi kapasitas ruangan yang tersedia, yakni maksimal 40 orang.
“Yang penting mereka diselamatkan dari lingkungan negatif ke lingkungan positif. Target kita bukan sempurna, tapi ada perubahan. Dari tidak disiplin menjadi disiplin, dari tidak percaya diri menjadi yakin pada diri sendiri. Itu langkah awal menuju masa depan yang lebih baik,” pungkasnya. ***
