KESATU.CO – Rumah BUMN BRI Jakarta berhasil membantu UMKM lokal memperluas jangkauan ekspor ke mancanegara. Sambal Kawani, produk sambal kemasan buatan Daniel Hendra, kini sukses menembus pasar Taiwan berkat dukungan program pemberdayaan yang diberikan Rumah BUMN sejak 2022.
Pandemi Covid-19 menjadi titik balik bagi usaha Daniel yang sebelumnya mengelola restoran ayam goreng di Kelapa Gading. Omzet yang sempat mencapai Rp3,5 juta per hari anjlok drastis ketika pembatasan sosial diberlakukan.
“Waktu itu, omzet kami bisa mencapai Rp3,5 juta per hari dari penjualan masakan ayam. Namun, saat pandemi mulai meluas, orang-orang bekerja dari rumah dan food court jadi sepi. Pemasukan menurun drastis,” kenang Daniel.
Baca Juga: Dwibapreneur: Inisiatif Keren Alumni SMPN 2 Banjaran untuk Kembangkan UMKM dan Budaya Lokal
Penurunan omzet ini berlangsung selama berbulan-bulan, namun pemilik Sambal Kawani ini tidak menyerah. Ia memperhatikan pelanggan yang kembali datang justru mencari sambal khas restorannya. Observasinya ini membuahkan keputusan strategis untuk fokus memproduksi sambal kemasan.
“Turning point-nya pada saat sudah Covid-19 mulai balik, orang mulai makan di luar lagi. Dan saat orang datang untuk makan ayam kita, ternyata mereka suka sambalnya. Dengan begitu, kita berpikir untuk fokus ke sambal aja,” ujar Daniel.
Baca Juga: BRI Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM Lewat Program BRI Peduli
Seiring waktu, Daniel pun menyadari bahwa sambalnya tidak hanya digemari oleh pelanggan lokal, tetapi juga oleh mereka yang merindukan cita rasa masakan rumahan Indonesia. Momen tersebut membuat Daniel berpikir ulang tentang cara agar sambalnya dapat menjangkau lebih banyak orang.
Dari sinilah ide untuk memproduksi sambal kemasan muncul, menghadirkan rasa autentik masakan rumah khas Indonesia bagi siapa pun, termasuk diaspora yang merindukan kampung halaman.
Baca Juga: Siska Gerfianti Klaim PKK Organisasi Terbesar di Muka Bumi
“Kami sadar, orang suka sambalnya. Jadi, kenapa tidak dijual terpisah saja? Dari situ, kami mulai produksi sambal dalam kemasan,” tambahnya.
Keputusan itu terbukti tepat. Hasilnya, tidak hanya diterima di pasar lokal, Sambal Kawani berhasil mencatatkan pesanan dari Taiwan ribuan botol untuk setiap pemesanan dan terus mengembangkan produknya menjadi 18 varian rasa, seperti sambal ikan roa, cakalang, cumi, oseng iga, teri pete, hingga chili oil.
Baca Juga: Siap-siap Pelajar Purwakarta yang Masih Keluyuran di Atas Jam 9 Malam Akan Dirazia
“Tahun ini, permintaan dari Taiwan tidak hanya untuk sambal bawang, tetapi juga untuk varian rasa baru. Oleh karena itu, kami mulai mengembangkan lebih banyak varian rasa sambal yang sesuai dengan selera pasar,” ungkap Daniel.
Upaya pengembangan varian sambal ini terbukti efektif dalam mendorong penjualan. Daniel mengungkapkan bahwa omzet saat ini mencapai puluhan juta Rupiah, tergantung pada musim penjualan dan permintaan pasar, baik ekspor maupun lokal. Potensinya terus tumbuh seiring dengan ekspansi pasar yang terus dilakukan.
Melihat peluang besar di pasar Asia, Daniel tidak berhenti di situ. Ia mulai mengincar negara-negara lain seperti Malaysia dan Singapura. Keputusan ini bukan tanpa dasar.
Berdasarkan data diaspora Indonesia di luar negeri, permintaan terhadap produk makanan khas Indonesia cukup tinggi, terutama di Singapura dan Amerika Serikat.
Saat ini, kata Daniel, permintaan dari negara-negara tersebut masih bersifat jastip (jasa titip). Daniel optimistis ke depan dapat memperoleh pesanan dengan sistem bulking.
Baca Juga: BRI Siaga Libur Panjang Mei 2025, Layanan Tetap Aman Lewat BRImo, AgenBRILink & E-Channel
Lebih lanjut, dia menyebut bahwa kesuksesan Sambal Kawani tidak terlepas dari dukungan Rumah BUMN BRI Jakarta, yang diikutinya sejak 2022. Melalui program tersebut, Daniel mendapatkan wawasan baru tentang branding, strategi digitalisasi, hingga pengelolaan keuangan.
“Biasanya di grup tersebut ada sesi sharing dengan topik berbeda yang sangat berguna untuk pengembangan usaha kita, mulai dari digital marketing, manajemen konten, hingga pengurusan sertifikasi halal,” ujarnya.
Baca Juga: Bupati Purwakarta Pastikan Program Pendidikan di Barak Militer Kembali Dilaksanakan Usai Idul Adha
Sementara itu, pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi mengatakan bahwa BRI tidak hanya memberikan dukungan pembiayaan, tetapi juga pemberdayaan yang membantu usaha lokal memahami strategi pemasaran dan memperluas jaringan untuk meningkatkan penjualan mereka.
“Peran aktif Rumah BUMN Jakarta dalam mendukung UMKM ini selaras dengan komitmen BRI dalam memberdayakan pelaku usaha melalui program pelatihan dan pendampingan. Rumah BUMN tidak hanya sekadar menjadi tempat pertemuan, tetapi juga menjadi pusat pengembangan kapasitas dan kapabilitas yang membantu UMKM,” pungkas Hendy.***
