KESATU.CO – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI meluncurkan Program Desa BRILiaN bertema “Desa Wisata” untuk memberdayakan potensi pariwisata berbasis kearifan lokal di 4.327 desa seluruh Indonesia.
Program ini menjadi solusi strategis mengatasi tantangan pengembangan desa wisata yang masih belum optimal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
BRI menggelar kick-off Program Desa BRILiaN secara daring pada Senin (26/5/2025), dihadiri Senior Executive Vice President BRI Muhammad Candra Utama, Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas Masyarakat Kementerian Pariwisata Ika Kusuma Permana Sari, dan CEO Atourin Benarivo Triadi Putra.
Baca Juga: Masyarakat Sukabumi Keluhkan Jalan Rusak
“Program Desa BRILiaN merupakan program pemberdayaan desa yang bertujuan menghasilkan role model dalam pengembangan desa melalui implementasi praktik kepemimpinan desa yang unggul dan semangat kolaborasi untuk mengoptimalkan potensi desa berbasis SDG’s, dan kali ini BRI menyelenggarakan Program Pemberdayaan untuk mengembangkan seluruh potensi Desa Wisata dengan berbasis pada kearifan lokalnya,” kata Candra dalam acara peluncuran.
Ribuan perwakilan desa turut berpartisipasi aktif dalam program pemberdayaan ini. Sejak diluncurkan awal 2020 hingga 30 April 2025, Program Desa BRILiaN telah menjangkau 4.327 desa di seluruh Indonesia dengan komitmen tinggi untuk terus berkembang.
Candra mengatakan sebagai bank yang fokus pada segmen UMKM, BRI tidak hanya berperan sebagai lembaga intermediary keuangan tetapi berkomitmen meningkatkan ekonomi dan social value masyarakat melalui program pemberdayaan desa.
Menurutnya, desa wisata Indonesia masih menghadapi berbagai persoalan. Upaya meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar belum optimal, kemasan produk wisata kurang inovatif dan kreatif, serta pemahaman merancang paket wisata menarik masih terbatas.
Baca Juga: AgenBRILink Kolaka Buka 12 Lapangan Kerja, Wahyuddin Raup Untung 8 Tahun Bermitra
Desa wisata juga belum maksimal membangun jejaring dan kerja sama dengan pihak ketiga atau komunitas budaya untuk memasarkan produk wisata mereka.
Merespons tantangan tersebut, BRI menghadirkan rangkaian pelatihan menyeluruh mencakup pengembangan soft dan hard competencies. Program ini juga memberikan pendampingan pembuatan dan onboarding paket wisata ke platform digital melalui mitra kerja sama Atourin.
Baca Juga: Momen Idul Adha, Wagub Erwan Setiawan Ingatkan Nilai Ikhlas dan Keridaan
Pelatihan ini diharapkan membantu desa memahami potensi pariwisata masing-masing, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menumbuhkan dukungan dan peran serta warga, serta mengelola desa wisata berkelanjutan.
Program ini juga melatih desa membuat paket wisata sesuai potensi dan melakukan kolaborasi partnership dengan pihak ketiga, termasuk onboarding ke platform agar produk dapat diakses masyarakat lebih luas.
BRI pun optimistis bahwa program yang ada akan melahirkan desa-desa wisata yang tidak hanya menarik secara destinasi, tetapi juga mampu menumbuhkan wirausaha lokal, memperkuat kelembagaan desa, dan menciptakan ekosistem ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan.
“Dengan keterlibatan seluruh elemen dalam ekosistem desa, pengembangan desa wisata dapat menjadi instrumen nyata dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan di tingkat desa,” pungkas Candra.
Di sisi lain, Kementerian Pariwisata memberikan dukungan penuh terhadap program ini. Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas Masyarakat Ika Kusuma Permana Sari menyatakan program BRI selaras dengan pengembangan desa wisata pemerintah.
Baca Juga: BRI Salurkan 961 Hewan Kurban untuk Masyarakat di Idul Adha 1446 H
“Langkah ini menjadi jembatan penting dalam memperluas jejaring pengembangan desa wisata,” ucap Ika.
Dia pun menjanjikan kesiapan Kementerian Pariwisata untuk bersinergi dalam program peningkatan kapasitas masyarakat, melalui berbagai fasilitas modul dan penguatan eksosistem desa wisata.
“Desa wisata dari program ini akan menjadi role model tidak hanya bagi Desa BRILiaN saja, tapi bagi desa lain di seluruh Indonesia yang ingin maju dan berkembang. Saya pesan kepada Pemerintah Daerah untuk turut mendampingi dan mengawal, untuk memastikan keberlanjutan dan dampak nyata dari program ini,” tutup Ika.***
