KESATU.CO – KAB. SUKABUMI. Pendistribusian hewan qurban tahun 2025 di lembaga IBS mencapai 180 ekor (termasuk domba dan sapi) dengan 14.350 penerima manfaat yang tersebar luas ke wilayah pelosok Indonesia, Palestina, dan Uganda. Salah satu wilayah pelosok yang menjadi lokasi pendistribusian adalah Dusun Kadudahung, Desa Cibitung, Kabupaten Sukabumi. IBS menyalurkan domba kepada 100 orang penerima manfaat pada Sabtu (7/6/2025).
Penyaluran ini menjadi momen langka bagi warga, mengingat daerah pesisir selatan tersebut termasuk wilayah terpencil yang sulit dijangkau dan sering luput dari distribusi daging kurban.
Akses menuju Kadudahung hanya bisa ditempuh lewat jalur sungai dengan perahu, menempuh perjalanan sekitar satu jam dari dermaga terdekat. Kondisi geografis ini membuat distribusi kurban tidak merata setiap tahun, bahkan warga Kampung Solokan Pari dan Solokan Jeblog terakhir ada penyembelihan daging kurban hampir satu dekade lalu, tepatnya pada 2016.
Penyembelihan kurban tahun ini dilakukan di kawasan Hunian Sementara (Huntara), lokasi penampungan warga korban banjir bandang dan pergeseran tanah yang menghancurkan pemukiman mereka. Distribusi daging menjangkau tiga RT terdampak: RT 01, RT 02, dan RT 03.
“Biasanya, selain saat Idul Adha, warga sangat jarang makan daging sapi atau domba. Akses yang sulit dan kondisi ekonomi membuat kurban hampir tak pernah ada. Kalau pun ada bantuan, masih banyak wilayah di desa ini yang tidak tersentuh distribusinya,” ujar Agung Sanjaya, warga sekaligus relawan lokal Dusun Kadudahung.
IBS mengirimkan tim relawan dari Bandung untuk menyalurkan langsung hewan kurban dan menjangkau wilayah yang selama ini terisolasi. Akses menuju lokasi cukup ekstrem. Menurut Permadi, tim Program Development IBS, waktu yang dibutuhkan dari dermaga ke Dusun Kadudahung sekitar 45 menit. Sedangkan, jika sebaliknya, dari Dusun Kadudahung menuju dermaga, waktu tempuh hampir 1 jam karena perahu yang ditumpangi melawan arus air.
Agung, yang sehari-hari bekerja sebagai penyadap nira kelapa, juga membantu sebagai relawan perahu operasional warga. Ia kerap mengantar anak-anak sekolah, warga yang hendak ke puskesmas, dan kini turut mendukung proses distribusi kurban IBS.
Warga menyambut kehadiran tim IBS dengan antusias. Sebagian besar dari mereka telah bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan ekonomi, akses pangan, dan infrastruktur.
“Alhamdulillah untuk kurban tahun ini ada titipan hewan kurban dari IBS. Semoga apa yang sudah diberikan menjadi ladang pahala dan keberkahan. Manfaatnya benar-benar terasa untuk warga kami,” ujar Agung.
Baca Juga: Dukung Gerakan Nyaah Ka Indung, Kejari Purwakarta Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Lansia
Seorang warga lainnya menambahkan: “Jazakumullah khairan katsiran atas kurban dombanya. Terima kasih banyak buat relawan IBS yang sudah datang jauh-jauh. Beliau bukan siapa-siapa kami, tapi hadir memberi secercah cahaya di tengah kesulitan. Semoga Allah membalas kebaikan kalian semua.”
Mayoritas warga Dusun Kadudahung bekerja sebagai buruh tani, penyadap nira, dan nelayan. Fasilitas pendidikan dan kesehatan sangat terbatas. Puskesmas pembantu hanya beroperasi sebulan sekali tanpa bangunan tetap, setelah bangunan sebelumnya rusak dan tidak dapat dibangun kembali karena berdiri di lahan bukan milik desa.
Program penyaluran hewan kurban oleh IBS ini menjadi momentum penting—bukan hanya sebagai wujud ibadah, tetapi juga bentuk solidaritas nyata bagi masyarakat terpinggirkan yang selama ini hidup dalam keterbatasan dan keterisolasian. Terlebih, pendistribusian kurban tahun ini di Dusun Kadudahung juga meningkat secara kuantitas.
