KESATUCO – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengunjungi rumah keluarga korban dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kelurahan Subangjaya, Kecamatan Cikole, Kamis (3/7/2025).
Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab pemerintah terhadap warganya yang diduga menjadi korban perdagangan manusia di luar negeri.
“Kami datang untuk memberikan dukungan langsung kepada keluarga dan memastikan penanganan kasus ini berjalan,” ujar Ayep
Baca Juga: Fokus Peningkatan PAD, Begini Langkah Strategis Ayep Zaki
Korban diketahui awalnya bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK). Namun, ia diturunkan di Tiongkok dan kemudian diduga dijual oleh agen tenaga kerja ilegal. Saat ini, korban disebut berada di Kamboja dan mengalami kondisi yang memprihatinkan.
“Kami dapat laporan, korban mengalami kekerasan. Kakinya lebam, tangannya patah, bahkan sempat diikat. Sekarang dia sudah berpindah tangan ke pihak lain,” jelas Ayep.
Pemerintah Kota Sukabumi telah melaporkan kasus ini ke Kementerian Luar Negeri dan terus menjalin koordinasi dengan berbagai pihak. Namun, pelacakan masih terkendala karena korban tidak memiliki ponsel untuk berkomunikasi.
Baca Juga: Wali Kota Sukabumi Tegaskan Butuh Peran Media
“Kami akan terus berupaya agar korban bisa ditemukan dan dipulangkan. Mohon doa dari semua masyarakat,” ucapnya.
Wali Kota juga mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan berangkat kerja ke luar negeri. Ia menekankan pentingnya menggunakan jasa penyalur tenaga kerja yang resmi dan terdaftar di Disnaker.
“Kalau lewat jalur resmi, pemerintah bisa pantau dan bantu kalau ada masalah,” katanya.
Baca Juga: Bupati Sukabumi Ajak Tokoh Lintas Agama Perkuat Toleransi Usai Insiden Cidahu
Wali Kota menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendampingi dan membantu setiap warga yang mengalami masalah, terutama di luar negeri.
“Kami ingin semua warga Sukabumi aman. Jangan sampai ada lagi kasus seperti ini,” tutup Ayep.
