KESATU.CO, JAKARTA – Meningkatnya jumlah sampah rumah tangga yang belum dikelola dengan baik menjadi salah satu penyebab utama dari permasalahan lingkungan yang ada di Indonesia.
Hal tersebut tentunya disebabkan karena minimnya kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, terhadap pengelolaan sampah.
Melalui kegiatan pengabdian masyarakat dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Baca Juga: Klaster Tanaman Hias Binaan BRI Batu Raup Omzet Ratusan Juta, Warga Sekitar Ikut Makmur
Dengan mengangkat tema “Pemberdayaan Karang Taruna Melalui Gerakan Zero Waste Bersama Bank Sampah”, kegiatan yang berlangsung di Bank Sampah RW 06, Kelurahan Bukit Duri, Jakarta Selatan, merupakan bentuk kontribusi nyata akademisi dalam mendukung gaya hidup ramah lingkungan dan penanggulangan darurat sampah.
Kegiatan ini diikuti oleh pengurus karang taruna RW 06 dan pihak-pihak terkait. Acara dibuka dengan sambutan dari Pembina Karang Taruna, Boy, dilanjutkan oleh Ketua Bank Sampah sekaligus Ketua RW 06, Asep Maolana.
Suci Nurpratiwi dosen PAI UNJ yang merupakan ketua tim pelaksana kegiatan pengabdian menyampaikan akan pentingnya menanamkan kesadaran pengelolaan sampah sejak dini pada generasi muda, termasuk pada karang taruna.
“Sadar akan sampah perlu ditanamkan sejak dini, terkhusus pada karang taruna. Apalagi karang taruna memiliki potensi besar untuk mensosialisasikan program penanganan sampah kepada masyarakat, juga meneruskan keberlangsungan kegiatan bank sampah ke depan,” ujarnya.
Baca Juga: Raperda Perubahan APBD 2025 Kota Bandung Disahkan
Sementara itu, Rangga Firmansyah, dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menjelaskan kondisi darurat sampah di wilayah Jakarta Selatan, ia juga memaparkan tahapan pengelolaan sampah di bank sampah, serta pentingnya sinergi antara masyarakat dan pemerintah dalam upaya pengelolaan lingkungan.
“Pentingnya kita bisa mengelola sampah dari rumah, serta adanya bank sampah membantu petugas sampah dalam mengumpulkan sampah sebelum disalurkan ke TPST, sehingga hasil yang disalurkan pada TPST hanya residu saja, karena telah diolah dan dipilah terlebih dahulu oleh bank sampah melalui konsep zero waste,” ungkap ya.
Hal senada juga disampaikan Prima Yustitia Nurul Islami, founder Askara Cendekia, pendiri organisasi yang berfokus pada isu-isu lingkungan ini menekankan pentingnya peran anak muda dalam gerakan pelestarian lingkungan, ia juga memperkenalkan berbagai strategi kreatif dalam mengimplementasikan prinsip zero waste dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Pemkot Sukabumi Tak Bisa Lagi Lantik Pejabat Sembarangan, Semua Harus Lewat BKN dan Mendagri
Kegiatan berikutnya dilanjutkan dengan praktik membuat produk daur ulang dari sampah bungkus kopi oleh pihak bank sampah. Bank sampah memberi edukasi terkait tahapan pengelolaan sampah di bank sampah dan ajakan kepada karang taruna untuk turut aktif dalam sosialisasi program bank sampah kepada masyarakat. Para peserta antusias dalam membuat produk daur ulang sampah dan berhasil membuat berbagai produk kreatif dari bahan yang sebelumnya dianggap tidak bernilai.
Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan pemahaman baru mengenai pentingnya pengelolaan sampah, akan berkontribusi aktif dalam menyuplai sampah plastik ke bank sampah untuk didaur ulang, serta mampu mempraktikkan langsung cara-cara kreatif untuk mengolah sampah menjadi produk yang bernilai. Diharapkan, semangat zero waste ini dapat terus ditularkan oleh karang taruna kepada masyarakat sekitar demi menciptakan lingkungan yang bersih dan lestari. ***
