KESATU.CO, PURWAKARTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta, Jawa Barat, akan memberikan bantuan atau kadeudeuh kepada 170 Kepala Keluarga (KK) yang terkena dampak penertiban disepanjang aliran Irigasi di wilayah Kelurahan Tegal Munjul, Munjul Jaya dan Ciseureuh Kecamatan Purwakarta.
Pemberian bantuan tersebut, disampaikan langsung Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, pada Kamis, 7 Agustus 2025.
Bupati Purwakarta yang populer disapa Om Zein menyampaikan, dari 420 rumah yang terdampak penertiban berdasarkah hasil verifikasi 170 KK akan diberikan bantuan dari Pemkab Purwakarta.
Baca Juga: Konflik Mencekam di Kebun Binatang Kota Kembang, Bayi Satwa Terancam Mati
”Hasil verifikasi oleh pihak kelurahan yang jumlahnya 170 orang KK, secepatnya membuat rekening baru melalu Bank Jabar Banten (BJB),” kata Om Zein.
Bantuan yang diberikan, kata Om Zein, bukanlah kompensasi tetapi biaya untuk pindah sementara selama proses perpindahan rumah baru yang masih disiapkan oleh Pemkab Purwakarta belum selesai.
”Bantuannya bukan kerohiman, bukan juga kompensasi. Ini mah pemerintah memberikan bantuan warga untuk biaya ngontrak rumah selama rumahnya belum dibikin oleh Pemkab Purwakarta,” kata Om Zein.
Baca Juga: Plt Kadisdik Purwakarta Sadiyah dan Dandim 0619 Jadi Saksi Prosesi Serah Terima Siswa di SMPN 1 Purwakarta
Om Zein menegaskan, bantuan tersebut hanya diperuntukan bagi warga yang tidak mampu untuk membayar kontrakan rumah selama rumah baru yang belum disediakan oleh Pemkab Purwakarta.
”Hasil verifikasi pihak keluarahan jumlah 170 KK yang berhak menerima bantuan. Karena mereka sudah tidak punya rumah juga tanah,” katanya.
Dia menjelaskan, kenapa pihak pemerintah memberikan bantuan melalui via transfer ke BJB hal tersebut untuk mengantisipasi sesuatu yang tidak diinginkan.
Baca Juga: Bupati Sukabumi: KKS Adalah Gerakan Kolektif Bangun Pola Hidup Sehat
”Bantuannya nanti ditransfer minggu depan. Berapa nilainya? Liat ajah nanti pada saat ditrasfer ya,” kata Om Zein.
”Kenapa uang yang diberikan tidak disampaikan langsung tapi melalui via transfer, kalau langsung nanti dipakai uangnya. Selain itu mengantisipasi ada oknumi yang berani memotong bantuan yang diberikan pemerintah,” pungkasnya. ***
