KESATUCO – Ketua DPRD Kota Sukabumi Wawan Juanda melihat potensi besar bagi daerahnya dengan keberadaan Masjid Sejuta Pemuda.
Terutama dengan ramainya orang yang berkunjung ke masjid yang berlokasi di Kelurahan Gedongpanjang, kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi.
“Keberadan Masjid Sejuta Pemuda ini menjadi daya terik tersendiri bagi wisatawan luar Sukabumi,” ujarnya.
Baca Juga: Cisolok Terkena Bencana, Legislator Sukabumi Soroti Hal Ini
Apalagi menurutnya, masjid yang dikelola para pemuda ini, selalu viral dengan berbagai aksi sosialnya. Ditambah dengan semangat pengelolanya yang ingin mengembangan wisata rohani di Sukabumi.
“Konten-konten berbagi makanan dan aksi sosialnya sangat menarik, bahkan sering viral. Sehingga, banyak orang yang ingin berkunjung ke Masjid Sejuta Pemuda,” ucapnya.
Masjid Sejuta Pemuda (MSP) di Kota Sukabumi menjadi contoh nyata transformasi rumah ibadah menjadi pusat aktivitas sosial, kreativitas, dan pemberdayaan generasi muda.
Baca Juga: Wakil Wali Kota Sukabumi Dorong Mahasiswa Jadi Pelaku Perubahan di Era Digital
Berlokasi di Jalan Lamping, Kelurahan Gedongpanjang, Kecamatan Citamiang, masjid yang berdiri di atas lahan seluas sekitar satu hektare ini buka 24 jam dan terbuka bagi siapa saja yang membutuhkan tempat istirahat, beribadah, atau sekadar menenangkan diri.
Masjid Sejuta Pemuda juga dikenal karena dapur umumnya yang setiap bulan menyiapkan sekitar 7.000 porsi makanan gratis untuk masyarakat dan musafir. Fasilitas tersebut menjadikan masjid ini bukan sekadar tempat beribadah, tetapi juga pusat kepedulian sosial yang aktif.
Konsep masjid yang ramah anak muda dan terbuka 24 jam ini mendapat perhatian luas. Kementerian Agama bahkan menilai MSP sebagai contoh masjid yang berhasil mengembalikan fungsi utamanya sebagai pusat peradaban dan aktivitas sosial umat.
Baca Juga: Pemkot Sukabumi Siapkan Maket Visual Pembangunan Kota, Ini Tujuannya
Banyak komunitas dan instansi pemerintahan datang berkunjung untuk belajar konsep pengelolaan masjid modern yang mengedepankan kolaborasi dan pemberdayaan.
Masjid Sejuta Pemuda menjadi simbol gerakan baru bagi rumah ibadah di Sukabum, bahwa masjid bukan hanya tempat sujud, tetapi juga wadah membangun peradaban.
